Harga BBM

Pertalite Disebut akan Naik Jadi Rp 10.000/Liter, Inflasi akan Meningkat, Ini Kata Pertamina

Apabila BBM bersubsidi jenis Pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter. Maka ada kenaikan Rp 2.350 dari posisi saat ini Rp 7.650 per liter.

Serambinews.com
Harga Pertalite disebut akan naik menjadi Rp 10.000 per liter. 

Apabila BBM bersubsidi jenis Pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter. Maka ada kenaikan Rp 2.350 dari posisi saat ini Rp 7.650 per liter.

TRIBUNGAYO.COM - Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memprediksi inflasi akan meningkat jika harga Pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter.

"Direct Impact kenaikan harga Pertalite 30,72 persen menjadi Rp 10.000 per liter ke inflasi dengan mempertimbangkan proporsi Pertalite 80 persen total bensin adalah sekitar 0,93 persen," ujar Josua saat dihubungi, Selasa (16/8/2022).

Pemerintah juga perlu mengalokasikan bantalan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar tidak mengalami penurunan daya beli yang signifikan.

Baca juga: Antrean Panjang Warga Mengisi BBM Kembali Terjadi di SPBU Aceh Tengah, Warga; Sudah Dua Jam

Untuk membatasi konsumsi Pertalite dan Solar bersubsidi, pemerintah harus melakukan langkah strategis untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Terdapat dua opsi yakni pembatasan menggunakan teknologi apps MyPertamina dan menaikkan harga BBM bersubsidi," tutur Josua.

Pembatasan penerima subsidi menggunakan teknologi dapat menjadi pilihan dalam membatasi konsumsi.

Harga Pertalite dan Solar bersubsidi bisa tetap, namun penerimanya terseleksi sehingga menurunkan konsumsi.

"Namun, kita juga melihat kondisi kebocoran dan dampak bagi masyarakat akan tetap besar," kata Josua.

Baca juga: UPDATE Harga Terbaru BBM di Seluruh SPBU Indonesia, Pertamax Turbo cs Mengalami Kenaikan

Di antaranya, sebagian besar distribusi barang dilakukan melalui transportasi darat, yang belum tentu semuanya berhak mendapatkan subsidi sehingga pada akhirnya menaikkan harga barang.

"Belum lagi kemampuan teknis di seluruh SPBU yang menjalankan apps MyPertamina tersebut harus handal, kalau tidak berpotensi menciptakan antrean," tutur Josua.

Josua menilai menaikkan harga BBM bersubsidi akan cenderung lebih baik dibandingkan melakukan pembatasan.

Dengan mempertimbangkan harga minyak mentah internasional dan nilai tukar rupiah saat ini harga keekonomian Pertalite sekitar Rp 17.000 per liter.

Baca juga: Stok BBM Terbatas di Tiga SBPU Aceh Tengah, Sebabkan Mobil Antrean Panjang Hingga ke Jalan

"Oleh sebab itu kenaikan harga sekitar 30 persen menjadi Rp 10.000 per liter masih tetap jauh di bawah harga keekonomiannya," kata Josua.

Apabila BBM bersubsidi jenis Pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter. Maka ada kenaikan Rp 2.350 dari posisi saat ini Rp 7.650 per liter.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved