Wisata
Mengenal Cecah Reraya, Makanan Khas Gayo Saat Hari Raya Idul Fitri
Cecah reraya satu hidangan khas Gayo ini sudah ada sejak zaman penjajah Belanda.
Penulis: Magang | Editor: Mawaddatul Husna
Cecah reraya satu hidangan khas Gayo ini sudah ada sejak zaman penjajah Belanda.
TRIBUNGAYO.COM - Wilayah Gayo tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbaik di dunia.
Tapi wilayah Gayo ini juga memiliki sejumlah makanan khas gayo warisan endatu dengan cita rasa yang lezat yang disajikan saat Hari Raya Idul Fitri.
Daerah yang termasuk dalam wilayah Gayo ini mencakup Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.
Dilansir dari kemdikbud.go.id pada Jumat (2/9/2022), di dataran tinggi Gayo ada satu hidangan khas yang lezat yang biasanya disantap usai melaksanakan Shalat Hari Raya Idul Fitri.
Baca juga: Mengenal Cecah Reraya Makanan Khas Gayo yang Mulai Punah, Berikut Proses Pengolahannya
Makanan khas gayo itu satu diantaranya adalah cecah reraya.
Cecah reraya atau disebut dengan cecah kekulit merupakan kreativitas dari endatu suku Gayo yang memanfaatkan sumber makanan, agar tidak terbuang begitu saja dan diolah tanpa proses dimasak.
Satu hidangan khas Gayo ini sudah ada sejak zaman penjajah Belanda.
Yaitu berupa makanan gulai dibuat dari kulit, hati, otak, daging dan bagian tubuh lainnya yang bisa dikonsumsi dari kerbau atau sapi.
Baca juga: Menggugah Selera, Ini 7 Rekomendasi Makanan Khas Gayo yang Wajib Dicoba
Sesuai namanya, masyarakat Gayo menyajikan menu cecah reraya ini hanya saat hari Raya Idul Fitri saja.
Masakan cecah reraya dipercaya akan berkhasiat mencegah terjadinya gangguan organ pencernaan bagi orang yang berpuasa selama bulan Ramadhan.
Makanan ini sangat baik untuk dikonsumsi di hari raya untuk mengantisipasi rasa begah dan sakit perut.
Dengan kehadirannya di setiap hari raya membuat makanan ini melengkapi kebahagiaan, kemenangan dan momen siturrahmi di hari Idul Fitri.
Yang membuat cecah reraya menjadi khas adalah karena citarasa kelat dari bumbu khusus serutan pohon uwing atau tingkem yang diperas getahnya.
Baca juga: Gutel Makanan Khas Gayo Kerap Dijadikan Bekal Saat Perang Dulu, Ini Kandungan Gizinya
Rasa kelat inilah yang diyakini membantu proses penyesuaian kondisi pekerjaan organ perut dari berpuasa ke kondisi yang tidak lagi berpuasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/CECAH-RERAYA.jpg)