Sosok
Farwiza Farhan, Perempuan Asal Aceh Ini Masuk dalam Daftar TIME100 Next 2022
Farwiza juga aktif di Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA), organisasi non-profit yang berfokus pada tata kelola lahan dan hutan di Aceh.
Farwiza juga aktif di Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA), organisasi non-profit yang berfokus pada tata kelola lahan dan hutan di Aceh.
TRIBUNGAYO.COM – Di kalangan aktivis lingkungan dan konservasi hutan, nama Farwiza Farhan sudah tak asing lagi.
Farwiza Farhan merupakan aktivis lingkungan dan konservasionis hutan di Kawasan Ekosistem Leuser, Sumatra, dimana hewan seperti badak dan harimau masih hidup bebas di alam liar.
Ia bekerja melindungi, mengkonservasi, dan melestarikan hutan.
Farwiza juga aktif di Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA), organisasi non-profit yang berfokus pada tata kelola lahan dan hutan di Aceh.
Kini Farwiza Farhan, perempuan asal Aceh ini masuk dalam daftar TIME100 Next 2022 kategori Leaders.
• Yayasan HAkA dan UIN Ar-Raniry Gelar Leuser Festival
Daftar yang dirilis majalah terkemuka TIME ini berisi daftar sosok inspiratif yang berasal dari seluruh dunia.
Farwiza, seperti dikutip dari laman Parapuan, getol melawan eksploitasi dan ekspansi yang mengancam ekosistem Leuser.
Dalam melestarikan Leuser, fokus utamanya selain kebijakan dan advokasi, juga meningkatkan akses dan memperdalam keterlibatan perempuan terkait penyelamatan lingkungan.
Melansir The Orangutan Project, Wiza percaya bahwa konservasi yang dilakukannya harus inklusif dan melibatkan komunitas setempat.
Melalui Yayasan HAkA, dia bersama dengan masyarakat setempat meluncurkan beragam kampanye.
• Teken MoA dengan HAkA, Akademisi USK Ikut Andil Selamatkan Hutan Aceh dari Pembakaran & Perambahan
“Aspek utama dalam pekerjaanku di antaranya berkontribusi menentukan arah organisasi sekaligus mengelola day to day campaign yang tengah dijalankan,” ujarnya kepada Orangutan Project, dikutip Parapuan (28/9/2022).
Hebatnya lagi, dia juga pernah bekerjasama dengan aktor Hollywood Leonardo Dicaprio, yang pada 2016 mengunjungi Aceh dan membuat dokumenter lingkungan, yakni "Before the Flood".
Sarjana Biologi Kelautan dari Universiti Sains Malaysia ini mengaku kesulitan bergerak di bidang konservasi.
Namun layar telah terkembang, tak ada lagi yang namanya mundur.
• HAkA dan ISBI Gelar Bu-Moe Fest, Tunjukkan Keprihatinan Perdagangan Ilegal Satwa Liar Melalui Seni
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/FARWIZA-FARHAN.jpg)