Berita Aceh Tenggara
Pemkab Agara Benahi Lokasi Banjir Bandang dan Bangun Posko
Pemkab Aceh Tenggara terus melakukan berbagai upaya untuk membenahi lokasi banjir bandang dan banjir sungai, yang terjadi pada beberapa kecamatan.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Jafaruddin
Laporan Asnawi I Aceh Tenggara
TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Pemkab Aceh Tenggara terus melakukan berbagai upaya untuk membenahi lokasi banjir bandang dan banjir sungai, yang terjadi pada beberapa kecamatan di bumi sepakat segenep.
"Banjir bandang yang terparah di Rambung Teldak, Lawe Pinis, Sri Muda dan Makmur Jaya," ujar Bupati Aceh Besar, Drs Syakir MSi melalui Kepala Pelaksana BPBD Nazmi Desky, didampingi Kepala Dinas Kominfo Zul Fahmy, dalam siaran pers yang diterima TribunGayo.com, Kamis (3/11/2022).
Pihak Pemkab melalui BPBD juga sudah menurunkan alat berat untuk menyingkirkan batu dan kayu yang menutup jembatan dan rumah warga.
Selain itu, Pemkab juga telah menurunkan alat berat untuk meluruskan dan mengembalikan aliran sungai yang pada saat kejadian berpindah dari bawah jembatan menuju pemukiman warga Sri Muda, Makmur Jaya dan Lawe Pinis.
Sementara di lokasi lain yang jadi sasaran banjir, pihak Pemkab juga telah menurunkan alat berat dan pendirian posko kesehatan.
Baca juga: FAKTA Banjir Bandang di Aceh Tenggara, Telan Korban Jiwa hingga Hancurkan Rumah Warga
Ditambah, Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, Nazmi Desky, menyebutkan berdasarkan data terkini, masyarakat yang terdampak banjir sungai dan banjir bandang tercatat sebanyak 1.121 jiwa atau 289 KK.
Dirincikan, untuk 5 desa di Kecamatan Darul Hasanah 520 jiwa atau 80 KK.
Sedangkan sisanya terdampak banjir sungai yang terjadi di Kecamatan Bambel, Bukit Tusam, Babul Makmur, Lawe Alas dan Tanoh Alas.
Dari 5 Kute yang di Darul Hasanah yang menjadi sasaran banjir bandang, rumah warga yang rusak tercatat sebanyak 189 unit dengan rincian 142 unit rusak sedang dan ringan serta 47 unit lainnya rusak berat.
Jalan dan Jembatan putus akibat luapan sungai Lawe Buk dan Lawe didi tercatat sebanyak 3 unit yakni, jembatan Natam – Tanjung dan Mamas.
Baca juga: PDAM Desa Rusak, Korban Banjir Bandang Aceh Tenggara Butuh Air Bersih
Jembatan Lawe Buk Rambung Jaya dan jembatan yang menghubungkan Lawe Pinis - Sri Muda serta jalan amblas yang menghubungkan Makmur Jaya- Kuning Abadi menuju kecamatan Ketambe.
Sementara Lahan pertanian dan perkebunan yang rusak akibat banjir bandang dan banjir sungai di Kecamatan Darul Hasanah dan kecamatan lainnya, tercatat seluas 250 hektar, mulai dari lahan jagung dan padi serta tanaman perkebunan lainnya.
Ditambah sarana ibadah dan sarana pendidikan yang rusak seta fasilitas kesehatan yang rusak dan ambruk dihantam banjir sungai.
Sementara itu Kadis Sosial Bahagiwati menyebutkan, untuk memulihkan kondisi mental dan kebutuhan 520 warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Darul Hasanah pemkab telah mendirikan Dapur Umum dan kebutuhan air mineral.
Akibat rusaknya semua fasilitas air bersih yang selama ini berasal dari kawasan pegunungan dan perbukitan serta menetapkan waktu 14 hari untuk masa panik.
Baca juga: 89 Rumah Rusak Dihantam Banjir Bandang Di Aceh Tenggara
Pihak Pemkab melalui Pj Bupati Syakir dan Sekdakab Mhd Ridwan serta anggota Komisi IV DPR RI, HM Salim Fakhry yang pada Rabu (2/11) berkeliling meninjau langsung lokasi banjir bandang di Darul Hasanah.
Kemudian ke lokasi terdampak banjir sungai di kecamatan lainnya, juga memberikan santunan pada keluarga korban tewas terseret banjir bandang Lawe Buk.
Dan memberikan bantuan langsung pada keluarga korban Samine dan Siah Indah di Kute Kubu kecamatan Lawe Alas.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Banjir-bandang-di-Aceh-Tenggara-3-Nov-2022.jpg)