Berita Bener Meriah
Rumah dan Kelapa Sawit Dirusak Gajah Liar, Seisi Dapur Habis Diobrak-abrik
Konflik gajah liar di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, hingga kini belum kunjung reda.
Penulis: Bustami | Editor: Jafaruddin
Laporan Bustami | Bener Meriah
TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Konflik gajah liar di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, hingga kini belum kunjung reda.
Kali ini, satu unit rumah warga di Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Kamis (17/11/2022), menjelang subuh rusak diobrak abrik gajah liar.
"Rumah itu merupakan milik Samsul Bahri. (Kawanan gajah) kemudian juga ikut merusak tanaman (kelapa sawit) milik Pak Lek," ujar Reje Negeri Antara Riskanadi, saat di konfirmasi TribunGayo.com pada Kamis (17/11/2022).
Riskanadi juga menjelaskan kronologinya sebelum gajah liar itu merusak rumah bagian dapur milik Samsul Bahri.
CRU dan masyarakat sempat mengusir gajah liar tersebut karena sedang berada di tanaman atau kebun milik warga yang akrab disapa Pak Lek.
Baca juga: Gajah Berkeliaran di Jalanan Desa dan perkebunan warga, Hingga Masuk Rumah Warga
"Gajah tersebut sempat pergi, namun menjelang subuh gajah liar itu kembali lagi dan mengobrak-abrik rumah Samsul Bahri di seluruh bagian dapur rumahnya," jelasnya.
Ketika kejadian naas itu, Samsul Bahri bersama keluarganya sedang berada di dalam rumah.
Namun tidak berani untuk keluar.
"Alhasil semua isi di dalam dapur habis diobrak-abrik gajah liar mulai dari beras, minyak makan, garam, gula, serta piring banyak yang pecah dan rusak," ungkap Reje Negeri Antara.
Menurut Riskanadi, memang konflik gajah liar di kampung itu hingga kini belum juga reda.
Baca juga: 20 Ekor Gajah Liar Berkeliaran di Perkebunan Warga Karang Ampar, Akibatnya Warga Tak Bisa ke Kebun
“Sekarang ini masih ada tiga ekor gajah liar berkeliaran pemukiman warga,” bebernya.
Terkait masih saja terjadi teror gajah liar di wilayahnya, Riskanadi meminta pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk serius menangani konflik tersebut.
“Saya berharap pihak BKSDA Aceh serius menangani konflik gajah liar di kampung kami, jangan menunggu ada korban jiwa baru bergerak,” tegasnya.
Memang kata Riskanadi, kawat kejut yang dibagun di kawasan itu sudah rampung dikerjakan.
Namun yang mengkhawatirkan masyarakat, karena masih ada tiga ekor gajah liar berada di pemukiman warga.
Baca juga: Gajah Betina Ditemukan Mati di Kebun Warga Aceh, Ini Diduga Penyebabnya
“Kita memohon pihak BKSDA Aceh, kalau bisa tiga ekor gajah liar ini bisa segera dipindahkan dari pemukiman warga,” tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/rumah-dan-tanaman-dirusak-gajah-17-Nov-2022.jpg)