Kopi Gayo
Cuaca Kering di Brazil Pengaruhi Kenaikan Harga Kopi Global
Namun, Cooxupe, koperasi kopi arabika terbesar Brazil, mengatakan panen tahun depan kemungkinan akan sama lemahnya dengan panen tahun ini.
Penulis: Cut Eva Magfirah | Editor: Mawaddatul Husna
Namun, Cooxupe, koperasi kopi arabika terbesar Brazil, mengatakan panen tahun depan kemungkinan akan sama lemahnya dengan panen tahun ini.
TRIBUNGAYO.COM - Cuaca kering yang melanda Brazil akhir-akhir ini membuat terhambatnya produksi kopi Arabika di negara tersebut.
Akibat kekeringan yang dialami Brazil mempengaruhi harga kopi dunia yang diproyeksikan mengalami kenaikan.
Dimana diketahui Brazil merupakan negara penghasil kopi Arabika terbesar di dunia.
Berdasarkan data yang dilansir dari barchatr.com kopi arabika menjelang Desember ( KCZ22 ) pada Selasa (22/11/2022) ditutup naik +4.30 (+2.73 persen).
Dan kopi robusta Jan ICE ( RMF23 ) ditutup naik +22 (+1.21 persen ).
Baca juga: Harga Kopi Gayo Hari Ini di Gayo Lues Bertahan Rp 39 Ribu Per Bambu Setelah Naik Tipis
Kenaikan harga kopi tersebut dikeluarkan pada Selasa (22/11/2022) kemarin.
Kenaikan harga kopi diperkuat dengan berita cuaca yang diberitakan Somar Meteorologia melaporkan bahwa wilayah Minas Gerais Brasil menerima curah hujan 35,9 mm minggu lalu, atau hanya 72 persem dari rata-rata curah hujan sebelumnya.
Wilayah Minas Gerais menyumbang sekitar 30 persen produksi kopi dari tanaman arabika Brazil.
Ada beberapa optimisme tentang prospek tanaman kopi Brazil dalam jangka panjang setelah World Weather baru-baru ini.
Yaitu dikatakan seringnya hujan dan sinar matahari yang melimpah telah menciptakan "lingkungan yang cukup baik" untuk tanaman kopi Brasil 2023 dan 2024.
Baca juga: Update Harga Kopi Gayo di Bener Meriah 14 November 2022, Ini Rincian Harga dan Jenisnya
Namun, Cooxupe, koperasi kopi arabika terbesar Brazil, mengatakan panen tahun depan kemungkinan akan sama lemahnya dengan panen tahun ini karena lambatnya perkembangan tanaman kopi baru Brazil.
Dalam faktor bullish, badan tanaman Brazil Conab pada 20 September memangkas perkiraan produksi kopi Brazil 2022 menjadi 50,4 juta kantong dari perkiraan Mei sebesar 53,4 juta kantong, karena cuaca buruk membatasi hasil kopi.
Tahun ini seharusnya menjadi tahun panen kopi dua tahunan Brazil dengan hasil lebih tinggi, tetapi produksi kopi tahun ini terpangkas oleh kekeringan.
Cecafe melaporkan Kamis bahwa ekspor kopi hijau Brasil Oktober turun -2,9 persen year on year (y/y) menjadi 3,18 juta kantong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Petani-kopi-Gayo.jpg)