Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Tengah

Irigasi Jebol di Linge Aceh Tengah, Petani Mengeluh

Masyarakat petani di Kampung Linge Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah mengeluhkan rusaknya saluran irigasi yang disebabkan hujan deras.

Penulis: Romadani | Editor: Rizwan
TribunGayo.com
Saluran irigasi di Kampung Linge Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah rusak, Jumat (3/2/2023) 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Masyarakat petani di Kampung Linge Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah mengeluhkan rusaknya saluran irigasi yang disebabkan hujan deras.

Pasalnya, para petani yang memiliki sawah dekat tanggul irigasi tersebut terancam gagal panen.

Sedangkan tanggul yang jebol merupakan aliran sungai yang berfungsi sebagai irigasi bagi sawah petani di sekitarnya. 

Irigasi yang jebol diakibatkan karena hujan hampir setiap hari dalam satu pekan terakhir.

Akibatnya volume air beberapa sungai termasuk sungai di Kampung Linge cukup tinggi.

Tingginya volume air sungai Linge yang berlangsung berhari hari membuat tanggul tidak mampu menahan tekanan air dan akhirnya jebol.

Salah satu maasyakat Linge M Saleh mengatakan kepada Tribungayo.com, Jumat (3/2/2023) menjelaskan rusaknya irigasi itu akibat curah hujan yang tinggi beberapa bulan terakhir. 

"Sudah lama memang hujan bukan pekan lagi hitungannya tapi udah bulan, salah satu irigasi persawahan warga Desa Linge terbawak arus," katanya. 

Baca juga: Ini Perbandingan Harga Emas Murni dan London di Aceh Tengah

Ia menambahkan dalam bencana tersebut, masyarakat berharap kepda pemerintah agar sawah yang sudah ditanam tersebut jadi. 

"Kami berharap agar ada bantuan penangan bencana atau lain sebagainya," jelasnya. 

Sebelumnya kata Saleh, masyarakat telah melakukan gotong-royong beberapa kali untuk memperbaiki irigasi tersebut, namun, tanggul tersebut tetap terbawa air. 

"Penanganan secara pemerintahan desa sudah dilaksanakan akan tetapi terbawa arus kembali," ungkapnya. 

Masyarakat berharap kepada pemerintah agar memperhatikan nasib para petani dengan serius 

Adapun jumlah pemeilik sawah yang ada sebanyak sepuluh kepala keluarga masing-masing sebanyak 1 hektare jadi kurang lebih ada 10 hektare sawah. 

"Jumlahnya kurang lebih 10 hektare ada yang memnaman ukuran 4 kaleng bibit dan ada yang 2 sampai 3 beragam sesuai dengan luas lahan warga," jelas Saleh.(*)

Update berita lainnya di TribunGayo.com dan Google News

Baca juga: Anak Petani Miskin di Aceh Tenggara Butuh Bantuan, Lahir Tanpa Tempurung Lutut

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved