Minggu, 19 April 2026

Video

Jumlah Korban Gempa Turki Terus Bertambah, Dunia ikut Berduka

Jumlah korban gempa Turki dan Suriah dilaporkan sudah mencapai 1.200 orang dan terus bertambah yang terjadi pada, Senin (6/2/2023) .

Editor: Fachri Zikrillah

TRIBUNGAYO.COM - Jumlah korban gempa Turki dan Suriah dilaporkan sudah mencapai 1.200 orang dan terus bertambah yang terjadi pada, Senin (6/2/2023) .

Dilaporkan akibat gempa bermagnitudo 7,8 yang terjadi hari ini, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah di dua Negara tersebut.

Terbarunya, korban gempa yang meninggal dunia di Turki sudah sebanyak 912 orang.

Sedangka di Suriah dilaporkan korban meninggal dunia mencapai 326 orang.

Sehingga korban meninggal akibat gempa paling kuat di kawasan itu dalam hampir satu abad sudah terdata sebanyak 1.200 orang.

“Akibat gempa bermagnitudo 7,8 itu setidaknya ada 912 orang tewas di Turki,” kata Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu, sedikitnya 326 orang ditemukan meninggal dunia di wilayah-wilayah Suriah yang dikuasai pemerintah.

Laporan sementara jumlah korban gempa Turki dan Suriah sudah mencapai 1.200 orang, dan sejauh ini belum terdata semuanya.

Dimungkinkan jumlah korban gempa bisa bertambah karena petugas masih berupaya mengevakuasi penduduk yang terperangkap di bawah puing-puing bangunan.

Sebagaimana dikutip dari AFP, Kepala Pusat Gempa Nasional Suriah, Raed Ahmed, mengatakan kepada radio pro-pemerintah, bahwa gempa kali ini adalah gempa bumi terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah Pusat Gempa Nasional.

"Tujuh anggota keluarga saya berada di bawah puing-puing," kata Muhittin Orakci, seorang korban selamat di Kota Diyarbakir, Turkiye kepada AFP.

"Kakak saya dan ketiga anaknya ada di sana.

Juga suaminya, ayah mertuanya, dan ibu mertuanya," ucap dia sedih.

Upaya penyelamatan korban gempa Turki dilaporkan terhambat oleh badai salju musim dingin yang menutupi jalan-jalan utama dengan es dan salju.

Para pejabat mengatakan gempa membuat tiga bandara utama di daerah itu tidak dapat beroperasi, sehingga mempersulit pengiriman bantuan vital.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved