Kamis, 7 Mei 2026

Berita Nasional

BBM Masih Kosong di SPBU dan SPBUN, Rafli: BSI Aceh Harus Jujur

Transaksi via Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk penebusan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Pertamina hingga Selasa (16/5/2023) masih terkendala.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jafaruddin
For Tribungayo.com
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rafli 

Laporan Fikar W.Eda/Jakarta

TRIBUNGAYO COM, JAKARTA  - Transaksi via Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk penebusan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Pertamina hingga Selasa (16/5/2023) masih terkendala. 

Dampak errornya bank pelat merah itu yang berimbas ke sistem host to host (h2h) di BSI, sehingga  sejumlah SPBU di Aceh mengalami kekosongan BBM

Kondisi ini sangat dikeluhkan oleh para pengusaha SPBU yang sudah beberapa hari kekosongan BBM

Bahkan pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Aceh Selatan, sudah seminggu ini kekosongan

BBM akibat errornya BSI, sehingga berimbas langsung ke nelayan. 

Baca juga: Nurul Akmal Atlet Putri Aceh Berhasil Pertahankan Medali Perak SEA Games

Demikian diungkapkan Anggota Komisi VI DPR RI, Rafli, Selasa (16/5/2023).

Menurut politisi PKS itu, apa yang disampaikan Regional CEO BSI 1 Aceh Wisnu Munandar, yang mengklaim masalah pengusaha

SPBU di Aceh yang kesulitan melakukan penebusan minyak ke PT Pertamina telah terselesaikan, itu jelas pembohongan. 

Menurut Rafli, 'pembelaan yang disampaikan Wisnu dengan tujuan untuk menggiring opini publik seolah-olah masalah penebusan minyak dari pengusaha SPBU ke PT Pertamina telah terselesaikan itu sangat berbahaya.

"Nanti ketika di SPBU-SPBU keksongan BBM justru SPBU yang disalahkan.

Baca juga: Pengumuman PPPK Teknis 2022 Telah Diumumkan, Bagaimana Protes PTTI pada Kemenpan-RB?

Tapi, kenyataannya masalah penebusan BBM ke Pertamina memang belum selesai, karena sistem host to host di BSI masih terganggu.

"Kekosongan BBM di SPBU-SPBU di Aceh yang sudah terjadi beberapa hari ini akibat terkendala penebusan dari BSI ke Pertamina akan sangat merugikan masyarakat serta nelayan akibat BBM kosong di SPBUN," tegas Rafli

Di sisi lain BSI diminta jujur dengan kendala yang masih dialami, jangan justru memutarbalikkan fakta dan kenyataan di lapangan,

sehingga penyataan BSI akan menjadi blunder," pungkas Anggota Komisi VI DPR RI, Rafli.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved