Perang Gayo Alas Lawan Belanda
Perang Gayo-Alas Lawan Belanda: Puisi Gerombolan Anjing Liar
Perang Gayo-Alas melawan kolonialis Belanda menyisakan luka dan duka mendalam.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
Perang Gayo-Alas Lawan Belanda: Puisi Gerombolan Anjing Liar
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Perang Gayo-Alas melawan kolonialis Belanda menyisakan luka dan duka mendalam.
Sekaligus mengepalkan kerasnya perlawanan, seperti direfleksikan dalam puisi berikut ini.
Gerombolan Anjing Liar
Cipt: Fikar W Eda
Gerombolan anjing pelacak
Mengendus menjejak
meninggalkan asap kematian
Di tiap kampung penaklukan
Jerit kengerian menggema
Di sunyi rimba dan lembah senyap
Langit menitikkan kesedihan.
Gerombolan anjing pelacak
Ganas dan liar,
Menyasar benteng-benteng jauh,
Pegunungan Gayo Alas,
Menumpahkan kekejian,
Darah menggenangi halaman
tikungan dan jurung adalah
Teror ketakutan,
Tubuh diseret serdadu berkuda
Sampai ujung lapangan,
Lalu ditombak dan potong tiga,
Perempuan diperkosa,
Sambil tertawa-tawa,
Kepala Pang Jama ditebas dalam satu ayunan,
Diarak keliling kota,
Orang-orang tertunduk mengucap doa.
Di Belangkejeren,
Aman Linting dipancung,
Bukit - bukit murung,
Angin gunung tercenung
Pohon limbung tanpa dahan
Daun runduk tangis tertahan
Gonggong sihir hitam,
Kolonel kulit putih,
Tanpa belas kasih,
Api disiram pada lubang-lubang persembunyian,
Memanggang perempuan dan anak-anak
perkampungan jadi abu
Tiang tinggal arang
Menutup genangan hujan.
Serdadu beringas
Liar dan ganas
trisula buas
Van Heutsz, Daleen, dan Hurgronje,
Melelehkan peradaban Eropa,
Begitu anyir menyisir Pasir,
Lancang mencincang Gemuyang,
pahit menjepit Durin,
Menganga luka Badak,
Mencabik Rikit Gaib,
meranggas Penosan,
Tampeng jadi sobekan perca,
Benteng berlapis
Kute Reh diiris
Likat disikat
Lengat Baru diserbu,
Gerombolan anjing liar
Dari Netherland
Di saku sebelah mana
Kalian simpan tragedi ini,
Dengarkan aku,
Luka berbasuh
Tali berjalin
Asin berpenawar
Aku mengutukmu!!!
Jakarta, Gayo Alas, Padang Panjang, Lampung, Desember 2018.
Update berita lainnya di TribunGayo.com dan Google News
Baca juga: Perang Gayo-Alas Lawan Belanda: Pasukan Colijn Disergap di Bur Ni Intim Intim
Baca juga: Perang Gayo - Alas Lawan Belanda: Pertempuran Tenge Besi dan Enang-Enang tak Dilaporkan
Baca juga: Perang Gayo - Alas Lawan Belanda: Reje dan Penghulu Menolak Menghadap Van Daalen
Baca juga: Perang Gayo - Alas Lawan Belanda: Van Daalen Bawa Insinyur Pertambangan dan 198 Karabijn
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Fikar-W-Eda-1.jpg)