Berita Internasional
Kerusuhan di Perancis Meluas, KBRI Imbau WNI Hindari Kerumunan Massa
Karena itu KBRI mengimbau WNI supaya menghindari kerumunan massa untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
TRIBUNGAYO.COM – Kerusuhan di Prancis masih terus terjadi Hingga Senin (3/7/2023).
Karena itu KBRI mengimbau WNI supaya menghindari kerumunan massa untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Saat ini Pemerintah di Perancis mengerahkan ribuan polisi dikerahkan menghalau massa yang mulai chaos melakukan perusakan dan pembakaran bahkan penjarahan.
Kerusuhan tersebut terjadi di sejumlah titik di pusat kota Paris dan Marseille.
Pada Rabu (28/6) malam hari kerusuhan sempat meluas ke Seine-Saint Denis, Villeurbanne, dan juga di kota-kota besar lainnya, termasuk Nantes dan Toulouse.
Baca juga: Didong Dalam Trans Jakarta: Dendang Gang Rusa Pondok Ranji Ciputat
Mengutip Serambinews,com, kerusuhan itu di Perancis itu dipicu setela polisi menembak mati pemuda Perancis keturunan Aljazair, Nahel (17).
Korban merupakan pengemudi mobil yang mencoba kabur saat diminta berhenti oleh polisi lalu lintas pada Selasa (27/6) di kota Nanterre, Perancis.
Terkait hal tersebut Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha memastikan tidak ada WNI yang terdampak kerusuhan tersebut.
"KBRI Paris telah berkoordinasi dengan kepolisian kota Nanterre serta simpul simpul masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang terdampak atau terlibat kerusuhan tersebut," kata Judha.
Kendati demikian lanjut Judha, WNI yang berada di Prancis diimbau agar tetap waspada dan menjauhi titik-titik kerusuhan.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama IAIN Lhokseumawe Kolaborasi KPM Internasional di Thailand
"(WNI diimbau untuk) menghindari lokasi kerumunan massa, dan mengikuti arahan otoritas setempat," ujar Judha.
Bagi WNI yang menghadapi kondisi darurat sangat disarankan agar segera menghubungi hotline KBRI Paris atau KJRI Marseille di : Hotline KBRI Paris: +33 6 21 12 21 09
Hotline KJRI Marseille: +33 6 18 22 12 83.
Seorang demonstran berlarian pada malam ketiga protes yang dipicu oleh penembakan fatal polisi terhadap seorang pengemudi berusia 17 tahun di pinggiran Paris Nanterre, Prancis, Jumat, 30 Juni 2023.
Perusahaan media sosial kembali menjadi sorotan, ini waktu di Prancis ketika presiden negara itu menyalahkan TikTok, Snapchat, dan platform lain karena membantu memicu kerusuhan yang meluas atas penembakan polisi yang fatal terhadap seorang pengemudi berusia 17 tahun.
Baca juga: Brigadir Eky Patra Anggana Terima Penghargaan Sebagai Bhabinkamtibmas Terbaik Polres Gayo Lues
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Kerusuhan-di-Perancis.jpg)