Minggu, 17 Mei 2026

Video

Tuvalu, Surga Terancam Punah di Samudra Pasifik yang Jarang Dikunjungi

Namun, dalam waktu dekat, tempat ini mungkin tidak akan pernah bisa dikunjungi lagi karena ancaman kepunahannya yang lebih cepat dari perkiraan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Bagus Setiawan

TRIBUNGAYO.COM - Tuvalu, yang juga dikenal dengan nama Kepulauan Ellice, merupakan sebuah negara kecil yang indah yang terletak di subkawasan Polinesia Oseania di Samudra Pasifik.

Meskipun menjadi salah satu pulau paling indah di dunia, sayangnya, Tuvalu termasuk dalam daftar negara paling sedikit dikunjungi.

Namun, dalam waktu dekat, tempat ini mungkin tidak akan pernah bisa dikunjungi lagi karena ancaman kepunahannya yang lebih cepat dari perkiraan.

Negara Tuvalu berada di tengah-tengah antara Hawaii dan Australia, dengan pulau-pulau yang terletak di sepanjang tepi terumbu karang berbentuk cincin yang mengelilingi laguna.

Keindahan alamnya yang memesona dan suasana tenang membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk dikunjungi.

Namun, dengan populasi sekitar 12.000 jiwa, Tuvalu dianggap sebagai negara paling jarang dikunjungi di dunia.

Tak hanya sulitnya akses, Tuvalu juga menghadapi ancaman serius dari perubahan iklim, khususnya naiknya permukaan air laut.

Meskipun seluruh negara adalah atol karang yang mempesona, ketinggian tanah yang dapat dihuni hanya maksimal 2 meter di atas permukaan laut.

Data menunjukkan bahwa pasang naik air laut di daerah tersebut sekitar 3,9 milimeter per tahun.

Baca juga: VIDEO 5 Fakta dari Negara Guam, Negara Kecil Ditengah Samudra Pasifik

Menanggapi ancaman ini, Menteri Kehakiman, Komunikasi, dan Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe, mengumumkan rencana untuk menciptakan kembaran digital Tuvalu di metaverse.

Langkah ini diambil untuk mereplikasi keindahan pulau-pulau Tuvalu yang terancam punah akibat naiknya permukaan air laut.

Selain itu, inisiatif ini bertujuan untuk melestarikan budaya kaya yang dimiliki oleh negara tersebut.

Meskipun kondisi Tuvalu mungkin semakin suram dalam hal keberlangsungan fisiknya di dunia nyata, hadirnya kembaran digital di metaverse dapat memberikan kesempatan bagi orang untuk tetap menjelajahi keindahan alam dan budaya unik Tuvalu.

Kemungkinan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan kesadaran tentang urgensi perlindungan lingkungan dan tindakan nyata untuk menghadapi perubahan iklim global.

Sayangnya, meskipun terbentuknya kembaran digital Tuvalu di metaverse dapat memberikan kesempatan baru bagi orang untuk mengenal negara ini secara virtual.

Hal tersebut tetap tidak dapat menggantikan pengalaman fisik dan kenikmatan langsung yang dapat dinikmati oleh wisatawan jika Tuvalu masih dapat diakses di dunia nyata. (*)

Baca juga: VIDEO Ekspresi Pelatih Guam Jadi Sorotan Saat di Bantai Oleh Indonesia

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved