Senin, 13 April 2026

Video

Merasa Senasib, Panglima Pajaji Siap Bantu Rakyat Rempang

Pernyataan Panglima Pajaji tentang tindakan yang akan diambil dalam menangani konflik lahan di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau

Editor: Fachri Zikrillah

TRIBUNGAYO.COM - Pernyataan Panglima Pajaji tentang tindakan yang akan diambil dalam menangani konflik lahan di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, menjadi sorotan yang viral.

Sebelumnya, warga Pulau Rempang sedang menghadapi konflik lahan dengan berbagai pihak terkait pembangunan Rempang Eco City.

Agustinus Lucky, yang dikenal sebagai Panglima Pajaji, terlihat sangat marah melihat kekerasan yang terjadi di daerah tersebut.

Lebih mencemaskan lagi, ketika dia mengetahui bahwa seorang nenek berusia 105 tahun sedang menangis karena akan direlokasi akibat adanya pembangunan Rempang Eco City.

Mengutip dari TribunTrends.com, Panglima Pajaji, seorang tokoh yang dikenal sebagai pembela masyarakat adat, telah menyatakan kesiapannya untuk memobilisasi pasukannya guna mendukung dan melindungi masyarakat adat di Kepulauan Rempang, Kepulauan Riau (Kepri).

Keputusan ini diambil atas dasar perasaan empati dan kesolidaritasan yang mendalam yang dirasakannya terhadap nasib masyarakat Rempang.

Dalam sebuah wawancara yang diunggah di akun YouTube Tribunnews dan video di akun Facebook Panglima Pajaji, ia dengan tegas mengkritik tindakan intimidasi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum terhadap warga Pulau Rempang.

Panglima Pajaji menegaskan bahwa aparat penegak hukum seharusnya tidak melupakan asal-usul mereka yang merupakan bagian dari masyarakat dan tumbuh besar berkat dukungan masyarakat.

Meskipun memahami bahwa aparat hanya menjalankan tugas yang telah diberikan kepada mereka, Panglima Pajaji menilai bahwa tindakan mereka telah menyebabkan penderitaan kepada masyarakat Rempang yang seharusnya dilindungi.

Dalam pandangan Panglima Pajaji, ini adalah tindakan yang bertentangan dengan semangat dan tujuan negara.

Dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada masyarakat Rempang, Panglima Pajaji memberikan dukungan moral dan janji untuk memberikan bantuan nyata.

Panglima Pajaji juga menegaskan pentingnya hak-hak masyarakat adat Rempang.

Baginya, hak-hak tersebut adalah warisan berharga dari nenek moyang yang telah diperjuangkan dan diperoleh melalui perjuangan melawan penjajah.

Panglima Pajaji juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi saat ini, di mana generasi muda dan anak cucu masyarakat adat di Pulau Rempang menghadapi tantangan baru dalam bentuk penjajahan modern.

Kritikannya terhadap tindakan aparat penegak hukum sejalan dengan tekadnya untuk mengawal dan melindungi masyarakat adat dalam menghadapi perubahan zaman yang terus berlangsung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved