Kamis, 30 April 2026

Cahaya Aceh

Kadisbudpar Aceh: Tatanan Perilaku Kepariwisataan Harus Memuliakan Tamu

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Bimtek Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan (sustainable tourism) Kamis (21/9/2023).

Tayang:
Penulis: Nurkhalis | Editor: Rizwan
Dok Disbudpar Aceh
Kadisbudpar Aceh ketika menyampaika sambutan pada kegiatan Bimtek Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan (sustainable tourism) Kamis (21/9/2023). 

Laporan Nurkhlais I Banda Aceh

TRIBUNGAYO.COM, BANDA ACEH - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Bimtek Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan (sustainable tourism), Kamis (21/9/2023).

Tujuannya sebagai upaya peningkatan SDM khususnya kepada pelaku kepariwisataan yang berlangsung di Grand Aceh Hotel, Banda Aceh

Bimtek ini diikuti 50 perserta dari sektor perhotelan, pelaku usaha travel dan pengusaha restoran di wilayah Banda Aceh.

Narasumber diisi Kabid Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan Disbudpar Aceh, Ismail, Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Nurlisa Ginting, serta Ketua Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh, Muhazir.

Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal menuturkan dalam sebuah tatanan perilaku kepariwisataan harus memuliakan tamu.

“Kita punya perilaku budaya yang baik yaitu ‘peumulia jamee adat geutanyoe (memuliakan tamu adalah adat kita)’. Jadi tatanan ini harus masuk ke dalam lubuk hati dan pikiran kita selaku pelaku kepariwisataan,” ujar Almuniza.

Disbudpar Aceh terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM kepariwisataan di Aceh.

Tahun 2024, kata Almuniza, pihaknya turut memprioritaskan hal tersebut.

Baca juga: Disbudpar Aceh Utus Operator Arung Jeram Aceh ke Sukabumi Jawa Barat, Sangat Bermanfaat

Baca juga: Disbudpar Aceh Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Tribun Gayo yang ke 1

“Tahun depan, upaya peningkatan SDM di sektor kebudayaan dan kepariwisataan akan menjadi salah satu program prioritas kami,” ungkapnya.

Ia pun berharap kepada para peserta untuk terus mendukung dan bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam upaya pelestarian budaya dan memajukan pariwisata.

“Harapan saya sebagai partner teman-teman di sini untuk bisa men-support kami, artinya apapun yang menjadi informasi positif harus disebarkan kepada khalayak ramai, bisa melalui media sosial Bapak dan ibu.

Namun, saya ingatkan untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan perpecahan dan menghilangkan rasa persatuan dan kesatuan antar-sesama," katanya.

“Mari kita manfaatkan media sosial dengan mensosialisasikan dan menyebarkan hal-hal yang positif tentang wilayah kita.

Saya berharap berbaik sangkalah memikirkan Aceh, berbuatlah yang positif dan sebarkanlah informasi tentang Aceh yang positif,” pungkasnya.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved