Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Nasional

2 Oktober Hari Batik Nasional, Begini Sejarah dan Keragaman Motifnya

Pemerintah telah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional di Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rizwan
Kompas.com
Gubernur Riau Syamsuar beserta istri menampilkan batik Riau hasil kreasi pebatik daerah saat menghadiri kegiatan Istana Berbatik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2023.(DOK. Humas Pemprov Riau ) 

TRIBUNGAYO.COM - Pemerintah telah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.

Berbagai daerah di Indonesia ikut memperingati Hari Batik Nasional.

Antara lain kalangan pemerintah dan masyarakat ikut memakai pakaian dengan corak dan motif batik.

Nah, tentu dalam melahirkan Hari Batik Nasional mempunyai sejarah dan latar belakang.

Pada tahun 2009, UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity (Warisan Budaya Takbenda).

Yuk simak sejarah, pengertian dan keragaman motif Hari Batik Nasional.

Sebagaimana dilansir Kompas.com, momen ini sering diramaikan orang-orang yang mengenakan batik dalam aktivitas sehari-hari.

Sekaligus menjadi cara kita dalam menghargai batik Indonesia, mengenang sejarahnya, dan merayakan batik sebagai identitas bangsa.

Lalu, sudah tahu bagaimana asal-usul, sejarah batik, pengertian, dan makna dari warisan budaya ini?

Batik dikenal luas sebagai proses membuat pola atau desain pada selembar kain menggunakan lilin (malam).

Asal-usul penamaan batik sendiri berasal dari bahasa Jawa yang disebut ambatik.

Baca juga: Mendagri Lantik Pj Gubernur Sumsel dan Pj Gubernur Kaltim, Ini Namanya

Amba berarti tulisan dan nitik bermakna titik. Jika digabungkan, maka batik memiliki makna menulis dengan lilin.

Setelah motif batik ditulis menggunakan malam, kain kemudian melalui proses pencelupan untuk diwarnai dengan pewarna alam.

Menurut buku Javanese Indigo Batik: Discovering the Ancient Wisdom of the Indigo Natural-Dyeing Process karya Zahir Widadi, seniman batik, malam terbuat dari getah pohon pinus, getah damar, lilin lebah dan minyak sayur.

Komposisi inilah yang menentukan kelenturan dan kehalusan dari batik tulis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved