Ceh M Din Upload Bunga Layu Lagu Gayo Berbahasa Indonesia
Ceh M Din adalah sosok yang sangat mencintai didong dan memperhatikan perkembangan didong.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Maestro didong Gayo, M Din meng-upload lagu Gayo berbahasa Indonesia, berjudul "Bunga Layu" di channel YouTube Ceh M Din.
Sebagai seorang maestro didong, sastra lisan Gayo, Ceh M Din memang tidak bisa melepaskan diri dari ciri didong.
Lantunan "Bunga Layu" meskipun dibawakan dalam bahasa Indonesia tetap saja kental ciri Gayonya.
Lagu tersebut sudah tayang sebanyak 519 penayangan sejak dirilis 16 Oktober 2023.
Channel YouTube Ceh M Din memiliki 1,12 ribu subscriber.
Ceh M Din terbilang rajin meng-upload video berisi rekaman didong. K
arya-karya lama diupload sebahagian dalam bentuk lipsing, tapi banyak juga yang direkam langsung dengan alat rekam sederhana.
Ceh M Din mengatakan, ia ingin mendokumentasikan karya-karya didong ciptaannya atau karya didong yang ia bawakan saat aktif berdidong di Tanah Gayo.
Publik sangat terbantu dengan publikasi yang dilakukan M Din, dalam rangka melestarikan seni didong.
Ceh M Din adalah sosok yang sangat mencintai didong dan memperhatikan perkembangan didong.
Dalam berbagai kesempatan ia mendorong penggunaan bahasa Gayo dalam berbagai forum resmi dan tidak resmi.
Dengan demikian bahasa Gayo terpelihara dengan baik. Apabila bahasa Gayo mulai ditinggalkan, maka dengan sendirinya kesenian didong akan ikut punah.
"Sebab, orang pasti tidak akan mengerti didong kalau masyarakat tidak lagi berbahasa Gayo," kata Ceh M Din.
Ia mensinyalir bahwa secara perlahan masyarakat Gayo mulai meninggalkan bahasa Gayo.
"Penggunaan bahasa Gayo dalam keluarga sudah ditinggalkan. Anak-anak diajak berbahasa Indonesia," kata M Din.
Kondisi mencemaskan ini harus segera dicarikan solusinya. Masyarakat harus disadarkan kembali pentingnya berbahasa Gayo dalam keluarga.
"Kalau generasi Gayo tidak lagi berbahasa Gayo, maka mereka tidak akan pernah mengerti lagi tentang didong.
Ceh atau seniman didong sudah enggan mencipta didong, lantaran tidak ada lagi masyarakat yang paham," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/CEH-M-DINN.jpg)