Minggu, 12 April 2026

Krisis BBM Subsidi

BREAKING NEWS: Aceh Tengah dan Bener Meriah Krisis BBM Subsidi

Ismail menyayangkan BBM subsidi yang seharusnya berpihak kepada rakyat kecil namun akhir-akhir ini sulit untuk didapatkan.

Penulis: Romadani | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/ROMADANI
Antrean panjang sering kali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah sejak pagi hari, Rabu (8/11/2023). 

BREAKING NEWS: Aceh Tengah dan Bener Meriah Krisis BBM Subsidi

Laporan Romadani | Aceh Tengah 

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Antrean panjang sering kali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah sejak pagi hari, Rabu (8/11/2023). 

Seperti pagi hari ini, tiga SPBU di Kabupaten Bener Meriah tepatnya di SPBU Blok C, Teritit dan Pante Raya telah terjadi antrean panjang untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. 

Pemandangan yang tidak elok ini kerap kali terjadi dalam berapa bulan terakhir dan bukan hanya di Kabupaten Bener Meriah tapi juga di Aceh Tengah. 

Baca juga: Harga BBM Naik per 1 November 2023? Ini Daftar Harga BBM yang Akan Alami Penyesuaian

Seperti di SPBU Kemili tepatnya di Simpang Lemah Burbana, persimpangan tiga yang begitu sempit ditambah lagi dengan antrean kendaraan roda dua, dan empat kerap menyebabkan antrean panjang dan menyulitkan pengendara. 

Hal ini menyebabkan kekhawatiran mendalam di kalangan warga setempat akibat krisis BBM subsidi.

Para warga menyayangkan sejak pukul 09.30 WIB, stasiun-stasiun pengisian bahan bakar jenis Pertalite di kedua kabupaten tersebut juga dilaporkan kehabisan stok.

Para warga yang mengandalkan BBM subsidi untuk kegiatan sehari-hari merasa khawatir dengan kelangkaan ini. 

Baca juga: Penangkapan BBM Oplosan di Aceh Tenggara, Polisi Periksa 5 Saksi, Satu DPO Asal Aceh Timur Diburu

Banyak pengguna kendaraan bermotor dan warga yang membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari merasa terbatas dalam mobilitas mereka. 

Beberapa pengemudi bahkan terpaksa harus mencari bahan bakar pada pedagang eceran dengan harga yang lebih mahal dari SPBU

"Kami setiap hari mencari nafkah dengan berjualan keliling, pendapatan kami berkurang kami harus ngantri berjam-jam dan kadang tidak kebagian stok," jelas salah satu warga bernama Ismail kepada TribunGayo.com, Rabu (8/11/2023).

Baca juga: Hati-hati Isi BBM Eceran di Aceh Tenggara, Begini Cara Tersangka Membuat Pertalite Oplosan

Ismail menyayangkan BBM subsidi yang seharusnya berpihak kepada rakyat kecil namun akhir-akhir ini sulit untuk didapatkan.

Namun ia juga heran dengan stok yang selalu dimiliki oleh pedagang eceran yang setiap hari tersedia dengan harga lebih mahal, seperti Pertalite Rp 13.000/liter di pedagang eceran.

"Kami kan pinginnya murah, tapi kalau SPBU sudah habis stok terpaksa kami beli di eceran," jelasnya. (*)

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved