Wisata Gayo Alas
Mengenal Cita Rasa Kue Bhoi, Kuliner Khas Aceh yang Cocok Dijadikan Oleh-oleh
Keunikan kue ini terletak pada variasi bentuknya yang disesuaikan dengan loyang yang digunakan pada saat proses pembuatannya.
Penulis: Intan Mutia | Editor: Mawaddatul Husna
Mengenal Cita Rasa Kue Bhoi, Kuliner Khas Aceh yang Cocok Dijadikan Oleh-oleh
TRIBUNGAYO.COM - Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Aceh juga memiliki kekayaan kuliner yang tak kalah menarik.
Jika Anda berkunjung ke Aceh untuk menikmati sejumlah tempat wisata yang menarik.
Maka, ada salah satu kuliner khas Aceh yang juga sangat wajib Anda jadikan oleh-oleh setelah berwisata di Aceh.
Salah satu kuliner khas Aceh yang melegenda di bumi Serambi Mekkah adalah "Bhoi".
Kuliner khas Aceh yaitu Bhoi memiliki tekstur yang lembut dan citra rasa yang unik dengan berbahan dasar tepung terigu.
Baca juga: Kelezatan Kuliner Khas Gayo di Kampung One One Takengon
Dalam setiap gigitannya, kue Bhoi memberikan pengalaman kuliner yang istimewa dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai perayaan di Aceh.
Keunikan kue ini terletak pada variasi bentuknya yang disesuaikan dengan loyang yang digunakan pada saat proses pembuatannya.
Tekstur yang lembut ini membuat Bhoi khas Aceh ini menjadi pilihan yang pas untuk dinikmati bersama secangkir kopi atau teh.
Kue Bhoi tak hanya sekadar kue biasa, melainkan memiliki nilai tradisional dan legenda di masyarakat Aceh.
Baca juga: Kuliner Khas Gayo Gutel Menu Sederhana Penangkal Rindu Kampung Halaman
Biasanya disajikan pada perayaan-perayaan istimewa seperti pernikahan.
Dulunya, kue ini dibuat dengan tepung beras dan telur bebek.
Namun, demi meningkatkan aksesibilitas dan mengurangi biaya, eksperimen dilakukan dengan menggantikan tepung beras dengan tepung terigu dan telur bebek dengan telur ayam.
Hasilnya, Bhoi tetap mempertahankan kelembutan dan kelezatannya.
Salah satu kelebihan Bhoi adalah tingkat ketahanannya yang lumayan lama.
Baca juga: Mengenal Kelezatan ‘Depik Dedah’ Kuliner Khas Gayo dengan Olahan Sederhana
Meskipun usianya sudah seminggu, Bhoi tetap dapat dinikmati, walaupun teksturnya mungkin tidak selembut saat pertama kali dihasilkan.
Keterjangkauan Bhoi juga menjadi daya tarik tersendiri, dengan kue ini dapat dengan mudah ditemukan di berbagai pasar tradisional.
Membuat Bhoi mungkin tergolong susah-susah gampang. Kesabaran dan konsistensi dalam memanggang menjadi kunci keberhasilan.
Baca juga: Kuliner Khas Gayo ‘Suel Petukel’ Menu Fenomenal di Aceh Tengah & Bener Meriah: Legit dan Lezat
Proses manual dengan pemanggangan tradisional di atas api kayu akan memberikan aroma gurih yang lebih ekstra, namun membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra.
Bhoi bukan sekadar kue, tetapi juga pengalaman kuliner yang mengajak kita merasakan warisan tradisional Aceh.
Dengan sentuhan modern, Bhoi tetap eksis dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Jadi, tak perlu ragu untuk mencicipi kelezatan khas Aceh ini, baik saat merayakan momen istimewa maupun saat bersantai di waktu luang. (TribunGayo.com/ Intan Mutia)
Masjid Al-Munawwarah di Aceh Tengah Jadi Tujuan Wisata Religi Akhir Pekan |
![]() |
---|
Air Terjun Desa Owaq 'Surga Tersembunyi' di Aceh Tengah |
![]() |
---|
Wisata Aceh Tengah: Alasan Masjid Al-Munawwarah Jadi Magnet Wisata Religi di Takengon |
![]() |
---|
Menikmati Keindahan Masjid Al-Munawarah di Takengon Aceh Tengah, Sempat Viral di Media Sosial |
![]() |
---|
Wisata Aceh Tengah: Long Weekend di Takengon Bisa Kemana Aja? Simak Rekomendasi Berikut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.