Minggu, 26 April 2026

Berita Aceh

Pengawas TPS di Lhokseumawe Alami Luka Kepala, Diserang Petugas PPS

Seorang pengawas TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Lhokseumawe alami luka di kepala.

Editor: Rizwan
Serambinews.com
Mukhlisin, Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) 08 di Gampong Rawang Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara saat mendapat perawatan di RS Kasih Ibu Lhokseumawe, Rabu (14/2/2024) malam. Dok Panwaslih Aceh Utara 

TRIBUNGAYO.COM - Seorang pengawas TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Lhokseumawe alami luka di kepala.

Pengawas TPS ini merupan korban yang diserang oleh petugas PPS saat Pemilu 2024 lalu.

Hingga kini, korban masih dirawat di rumah sakit dan kondisi juga mulai membaik.

Melansir Serambinews.com, kondisi Mukhlisin yang dirawat di RS Kasih Ibu Lhokseumawe sudah mulai membaik, Senin (19/2/2024). 

Mukhlisin adalah Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) 08 di Gampong Rawang Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, yang dianiaya oknum PPS setempat saat ia bertugas pada hari Pemilu, Rabu (14/2/2024). 

Meski kondisinya mulai membaik, korban masih merasakan sakit di bagian kepala, sehingga memastikan untuk sepekan ke depan harus beristirahat di rumah.

Seperti diketahui, Mukhlisin dianiaya Petugas Sekretariat Petugas Pemungutan Suara (PPS) Desa Rawang Itek Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara berinisial SY, saat Mukhlisin mengawal ketika hendak dimulai proses penghitungan suara Pemilu 2024 di lokasi TPS 08, Rabu (14/2/2024).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala dan pendarahan parah.

Kasus tersebut kini dalam proses penyelidikan polisi setelah dilaporkan keluarga korban, Kamis (15/2/2024).

Baca juga: Warga Pidie Dilarikan ke RSUD Setelah Ditusuk dengan Pisau

Baca juga: Jamu PSBS Biak di Semifinal Liga 2 di Stadion Langsa, Kapten Persiraja Ungkap Misi Menang Kandang

“Sudah membaik dibandingkan dengan beberapa hari lalu,” ujar Mukhlisin.

Ia mengaku masih merasakan sakit di bagian kepala akibat luka setelah dianiaya oknum PPS itu.

Mukhlisin menyebutkan sempat melihat SY bersama dengan dua temannya menyerang dirinya.

“Mereka menyerang secara tiba-tiba dan bertubi-tubi di bagian kepala dan tubuh. Saya tidak bisa melihat lagi saat itu karena sudah jatuh dan pitam, saya dianiya bukan hanya dengan tangan, tapi juga kaki,” katanya.

Mukhlisin meyakini pelaku menggunakan benda saat menganiaya dirinya. Karena kalau dipukul dengan tangan ia meyakini masih mampu bertahan, tidak langsung terjatuh.

“Kalau dengan tangan saja, tidak mungkin luka di bagian kepala seperti itu (pendarahan parah), bagian mulut saya juga seperti tergores,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved