Jumat, 17 April 2026

Gunung Ruang Erupsi di Tagulandang, Sulawesi Utara: Warga Minta Doa

Gunung Ruang di Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, kembali alami erupsi pada, Selasa (30/4/2024) sekitar pukul 01.15 Wita.

Editor: Malikul Saleh
Istimewa
Gunung Ruang di Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, kembali alami erupsi pada, Selasa (30/4/2024) sekitar pukul 01.15 Wita. 

TRIBUNGAYO.COM - Gunung Ruang di Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, kembali alami erupsi pada, Selasa (30/4/2024) sekitar pukul 01.15 Wita.

Letusan tersebut menyebabkan kolom letusan mencapai ketinggian sekitar 2000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 2725 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu yang dihasilkan oleh erupsi Gunung Ruang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal yang bergerak ke arah utara.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, terutama mereka yang tinggal di sekitar daerah tersebut.

Warga Tagulandang mengungkapkan kekhawatiran mereka melalui permintaan doa kepada masyarakat luas.

Henry, seorang warga dari Minahasa Utara, mengungkapkan bahwa keluarganya di Tagulandang telah mengirim foto erupsi Gunung Ruang pada malam sebelumnya, memohon doa dari semua orang.

"Katanya ada hujan batu," ujar Henry.

Warga Mengungsi

Akibat letusan hebat Gunung Ruang, warga Tagulandang yang sudah kembali ke rumah kembali mengungsi.

"Kami mengungsi di Mulengen, sementara tinggal di gereja," ujar Hermanto Lohonauman, warga Desa Balehurama kepada Tribunmanado.co.id pagi ini.

Kata Herman, getaran gempa mulai terasa sejak Selasa (29/4/2024) sekitar pukul sembilan malam. "Setelah itu mulai mengeluarkan material," ujar Herman.

Katanya letusan kali ini lebih besar dari erupsi pada 17-18 April lalu. "Dia (gunung) kirim batu dan pasir lebih banyak," ujarnya.

Herman bercerita, saat erupsi hebat warga langsung menyingkir ke arah Tagulandang bagian utara.

Bahkan ada satu rumah di Bahoi terbakar karena terkena material batu pijar.

"Di sini lebih jauh dari tempat kami mengungsi sebelumnya tapi masih kena batu dan pasir juga. Ini atap gereja kena," kata Herman.

Bandara Ditutup Sementara

Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado ditutup sementara sejak pagi tadi, Selasa (30/4/2024).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved