Rabu, 6 Mei 2026

Peretasan Akun Google Bisnis Menyebar, Kadisbudpar Aceh Minta Pelaku Usaha Wisata Waspada

Penginapan yang dikabarkan menjadi korban peretasan tersebar di Banda Aceh, Sabang, Aceh Tengah dan sejumlah daerah lainnya.

Tayang:
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Mawaddatul Husna
TribunGayo.com
Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal. 

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Sejumlah penginapan di Aceh menjadi korban peretasan akun Google Bisnis yang mengakibatkan perubahan alamat dan nomor kontak yang muncul saat pencarian di Google.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, mengimbau pemilik usaha pariwisata untuk memeriksa dan memperbarui informasi bisnis mereka guna mencegah penipuan yang lebih lanjut.

Pelaku peretasan mengubah alamat dan nomor kontak yang muncul saat pencarian di Google

Penginapan yang dikabarkan menjadi korban peretasan tersebar di Banda Aceh, Sabang, Aceh Tengah dan sejumlah daerah lainnya.

Pelaku memakai nomor ponsel yang sama untuk beberapa hotel dan homestay yang ada di Banda Aceh. 

Selain itu, peretas juga memberikan rekening sebuah bank bila ada yang melakukan reservasi.

"Kita meminta pelaku usaha pariwisata di Aceh mengupdate kembali alamat dan kontak bisnisnya, karena saat ini sedang marak diretasnya alamat dan no kontak usaha," kata Almuniza, Selasa (13/8/2024).

Almuniza sudah mendengar informasi adanya peretasan itu sejak dua hari lalu. Dia mengaku banyak mendapatkan laporan dari pelaku usaha penginapan serta agen travel.

Beberapa pemilik penginapan mengaku alamat usaha mereka diubah para pelaku. 

Aksi itu menyebabkan beberapa tamu bahkan ada yang sudah men-transfer duit ke rekening yang diberikan pelaku sebagai tanda reservasi.

 Almuniza berharap wisatawan yang ingin memesan penginapan untuk lebih berhati-hati. 

Masyarakat diminta lebih teliti dan menghindari melakukan transaksi bila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

"Silakan pesan hotel atau homestay lewat situs terpercaya atau mencari informasi melalui medsos resmi milik penginapan. 

Bila ragu-ragu dengan informasi yang ditampilkan, kita minta jangan lakukan transaksi apapun supaya tidak menjadi korban penipuan," jelas Almuniza.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved