Sabtu, 2 Mei 2026

UMKM di Bener Meriah

Kreatif! Warga Bener Meriah Manfaatkan Buah dan Sayur Jadi Olahan Keripik

Keripik Krap-krup merupakan salah satu diantara jajanan andalan yang dimiliki oleh Kabupaten Bener Meriah.

Tayang:
Penulis: Bustami | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/BUSTAMI
Ema Susanti sedang memperlihatkan produknya di acara penutupan TMMD di lapangan sepak bola, Samarkilang, Bener Meriah, Kamis (22/8/2024). 

Laporan Bustami | Bener Meriah 

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Ema Susanti merupakan warga Kabupaten Bener Meriah yang memanfaatkan buah dan sayur dari kebun untuk dijadikan olahan keripik.

Inovasi olahan keripik dari buah dan sayur ini diberinama Krap-krup, dengan tujuh varian rasa serta memiliki rasa manis dan gurih.

Apabila berkunjung ke Bener Meriah jajanan ini bisa didapati di gerai UMKM Bener Meriah yang terletak di jalan perkotaan Pemda, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Keripik Krap-krup merupakan salah satu diantara jajanan andalan yang dimiliki oleh Kabupaten Bener Meriah.

Keripik ini, kini bukan hanya dijual di Bener Meriah saja melainkan sudah masuk di beberapa Kabupaten lain di wilayah Provinsi Aceh.

Ema Susanti kepada TribunGayo.com, Sabtu (24/8/2024) menuturkan jika wirausaha yang ia tekuni ini awalnya dari coba-coba, karena melimpahnya hasil kebun seperti tomat, kentang dan wortel di wilayah Bener Meriah.

"Kita coba-coba awalnya, karena kalau kentang yang kecil, dan wortel yang patah biasanya tidak dijual oleh para petani disini, jadi saya terinspirasi untuk memanfaatkan jadi olahan keripik," ujarnya.

Baginya kualitas makanan menjadi nomor satu, maka dari itu keripiknya ini digoreng menggunakan minyak berkualitas baik.

"Selain itu keripik ini kita olah tanpa menggunakan penyedap rasa," sebutnya.

Kata Ema, usaha yang ia bangun sejak 2013 silam itu, sudah banyak melewati terpaan, seperti badai pandemi Covid-19.

Namun ia terus bertahan hingga dapat berkembang pesat, pemasaran produknya kini semakin luas.

Ia telah memiliki dua orang karyawan meski saat ini, rumah produksinya masih terbilang kecil, karena masih memanfaatkan rumah pribadinya.

Selain memproduksi sendiri, Ema juga mengumpulkan hasil-hasil produksi dari warga lain untuk dijualkan di gerainya.

"Kalau untuk saat ini kita sudah memiliki tujuh varian rasa, yang masing-masing kita buat dari labu siam, tomat, kentang, jambu biji, ketela ungu, talas dan wortel," sebutnya.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved