Minggu, 10 Mei 2026

Berita Aceh Tengah

HMI Desak Evaluasi Pelayanan RSUD Datu Beru Takengon Buntut Keluhan Pasien, Begini Respon Manajemen

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon-Bener Meriah, Afdhalal Gifari, mendesak agar Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD Datu Beru

Tayang:
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Rizwan
Alga Mahate Ara/TribunGayo.com
HMI Desak Evaluasi Pelayanan RSUD Datu Beru Takengon Buntut Keluhan Pasien, Begini Respon Manajemen 

Laporan Alga Mahate Ara|Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon-Bener Meriah, Afdhalal Gifari, mendesak agar Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD Datu Beru dan pelayanan rumah sakit pelat merah ini segera dievaluasi. 

Desakan ini muncul setelah berbagai keluhan masyarakat mengenai pelayanan rumah sakit yang dianggap tidak memadai.

Salah satu laporan mencatat bahwa seorang ayah merasa anaknya tidak mendapatkan pelayanan yang memadai di IGD RSUD Datu Beru meski mengalami kejang (step). 

Afdhalal menilai, keluhan seorang ayah tadi sebagai tambahan dalam daftar panjang ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit pelat merah ini.

Menurut Afdhalal, berbagai keluhan yang terus muncul menunjukkan bahwa pelayanan RSUD Datu Beru belum memenuhi kebutuhan masyarakat, yang mencoreng citra rumah sakit yang seharusnya menjadi kebanggaan Aceh Tengah. 

Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap Wadir Pelayanan untuk memastikan kualitas layanan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat.

Afdhalal menekankan bahwa evaluasi terhadap Wadir Pelayanan sangat mendesak.

Keluhan mengenai komunikasi yang buruk antara dokter dan keluarga pasien, serta lambatnya penanganan di IGD, menunjukkan adanya kekurangan serius dalam manajemen pelayanan.

Afdhalal juga menegaskan tanggung jawab besar Wadir Pelayanan dalam menjaga citra rumah sakit.

Menurutnya, jika pelayanan tidak diperbaiki, citra rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan utama di Aceh Tengah akan semakin memburuk.

"Jangan sampai citra RSUD Datu Beru sebagai kebanggaan masyarakat Aceh Tengah rusak hanya karena masalah pelayanan yang tidak terselesaikan,” katanya.

Wadir Pelayanan harus bertanggung jawab, memastikan semua tenaga medis memahami standar pelayanan yang baik, dan menyiapkan solusi yang sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sini.

Afdhalal berharap evaluasi segera dilakukan dan tindakan nyata diambil untuk memperbaiki layanan di RSUD Datu Beru Takengon.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk melaporkan apabila ada keluhan, melalui jalur resmi agar masalah ini dapat diatasi dengan cepat dan tepat.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved