Kamis, 16 April 2026

Harga Kakao

Petani Menjerit, Harga Kakao Tak Stabil di Aceh Tenggara

"Harga Kakao tak pernah stabil, kondisi seperti ini tentunya merugikan petani karena pupuk mahal," ujar seorang Petani di Lawe Loning Aman.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mawaddatul Husna
Tribun Pontianak
Ilustrasi- Harga komoditi kakao kering di tingkat petani di Aceh Tenggara tak stabil, Senin (23/9/2024). 

Laporan Asnawi Luwi| Aceh Tenggara

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Harga komoditi kakao kering di tingkat petani di Aceh Tenggara tak stabil, Senin (23/9/2024).

Harga kakao kering sebelumnya Rp 105.000 per kilogram kini anjlok menjadi Rp 95.000 per kilogram. Anjlok Rp 10.000 per kilogram.

"Harga Kakao tak pernah stabil, kondisi seperti ini tentunya merugikan petani karena pupuk mahal.

Apalagi tanaman kakao ini harus dipupuk agar terawat dan berbuah," ujar seorang Petani di Lawe Loning Aman Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara

Hal senada diutarakan Asbi, petani di daerah itu. Menurut dia, setahun yang lalu produksi kakao menurun, karena kurang perawatan.

Kini komoditi kakao mereka rawat agar hasilnya lebih baik. Namun, harga komoditi kakao tak stabil di pasaran karena tergantung harga di pasaran Medan.

Seharusnya, Pemkab Aceh Tenggara mengambil langkah-langkah antisipasi agar harga kakao stabil dan mahal di pasaran.

Karena, dikatakannya komoditi kakao kering di pasaran mulai membludak. Bahkan di pedesaan masyarakat panen raya kakao.

"Namun, harga yang tak stabil membuat petani mengeluh,"katanya. (*)

Baca juga: Update Harga Kakao di Aceh Tenggara, Turun Rp 8.000 per Kg

Baca juga: Update Harga Kakao di Aceh Tenggara, Naik Rp 5000 per Kg

Baca juga: Harga Kakao di Aceh Tenggara Naik Menjadi Rp 103.000/Kilogram

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved