Jumat, 17 April 2026

Berita Aceh Tengah

Kunjungan Wisatawan ke Aceh Tengah Diklaim Mencapai 3.000 Pengunjung per Hari

Zulkarnain menjelaskan bahwa tanpa disadari kunjungan wisatawan ke Aceh Tengah terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/ALGA MAHATE ARA
Wisatawan sedang berfoto di objek wisata Temas River Park, Uning, Pegasing, Aceh Tengah. 

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Aceh Tengah diklaim mencapai 1.500 hingga 3.000 pengunjung per hari. 

Kunjungan wisatawan terbanyak sebelumnya dipegang oleh Kota Sabang dan Banda Aceh.

Namun kini Aceh Tengah diperkirakan telah menjadi tujuan wisata teratas di Provinsi Aceh.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Zulkarnain SE MM dalam acara penobatan Duta Wisata Win Ipak Aceh Tengah yang digelar di Gedung Olah Seni pada Senin (21/10/2024).

Zulkarnain menjelaskan bahwa tanpa disadari kunjungan wisatawan ke Aceh Tengah terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Saat ini kota berhawa sejuk itu diklaim mampu menarik antara 1.500 hingga 3.000 pengunjung setiap hari.

"Aceh Tengah dikenal sebagai tujuan wisata yang tanpa disadari sudah memasuki peringkat pertama di Aceh.

Setelah kami melakukan analisa, kunjungan harian di Aceh Tengah berkisar antara 1.500 hingga 3.000 pengunjung," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tingkat hunian di Aceh Tengah meningkat pesat, terutama pada akhir pekan, dimana para wisatawan terus berdatangan dari berbagai daerah dalam maupun luar provinsi Aceh.

"Ini membuktikan bahwa hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, sarana dan prasarana penginapan selalu penuh. Ini menunjukkan bahwa kunjungan ke Aceh Tengah semakin meningkat," tambah Zulkarnain.

Pj Bupati Aceh Tengah, Subhandhy, dalam kesempatan yang sama mengingatkan bahwa meskipun pariwisata Aceh Tengah berkembang pesat, ada tantangan besar yang perlu diatasi, yakni pengembangan souvenir dan produk lokal yang dapat menjadi ciri khas daerah tersebut.

"Ketika wisatawan kembali dari Aceh Tengah, sayangnya kita belum memiliki souvenir atau makanan khas yang terkenal.

Seperti Bika Ambon dari Medan, kepiting dandito dari Balik Papan misalnya. Ini menjadi tantangan bagi kita," ungkap Subhandhy.

Ia juga menekankan pentingnya agar uang yang dibelanjakan oleh wisatawan bisa berdampak lebih besar bagi ekonomi lokal.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved