Rabu, 6 Mei 2026

Wisata Gayo Alas

Wisata Aceh Tenggara: Air Panas Gurah yang Tersimpan di Kaki Gunung Leuser

Air Panas ini berada di kaki Gunung Leuser Ketambe yang dikenal sebagai paru-paru dunia. 

Tayang:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mawaddatul Husna
FOTO IST
Keindahan wisata alam Air Panas Gurah di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Ketambe, Aceh Tenggara. 

Laporan Asnawi | Aceh Tenggara

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Kabupaten Aceh Tenggara memiliki kekayaan kuliner dan wisata alam yang sudah mendunia.

Satu diantara objek wisata tersebut adalah Air Panas Lawe Gurah yang berlokasi di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara yang sering menjadi destinasi wisatawan lokal maupun mencanegara.

Air Panas ini berada di kaki Gunung Leuser Ketambe yang dikenal sebagai paru-paru dunia. 

Objek wisata air panas itu tersimpan di kawasan kaki Leuser yang tentunya mempunyai keindahan yang luar biasa, dan diantara air panas itu terdapat hutan hijau yang masih asri yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Kawasan ekowisata Lawe Gurah secara administratif terletak di Desa Ketambe, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. 

Lawe Gurah berada pada zona pemanfaatan Resor Lawe Gurah, SPTN Wilayah IV Badar, BPTN Wilayah II Kutacane dengan luasan 3.489,137 hektare.

Yaitu dengan perincian ruang publik seluas 3.381,31 hektare dan ruang usaha seluas 107,827 hektare.

WISATAWAN MANCANEGARA DAN LOKALL
Wisatawan sedang berada di Taman Nasional Gunung Leuser, Ketambe, Aceh Tenggara. (Foto/IST)

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke kawasan Lawe Gurah ini apabila Anda dari Kota Medan- Kutacane dapat menempuh perjalanan sekitar 7 jam dengan kendaraan roda empat.

Sementara dari Kutacane menuju kawasan wisata alam Gurah dapat ditempuh dengan perjalanan darat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

Jarak tempuh menuju lokasi  pintu masuk kawasan lebih kurang 30 kilometer dengan waktu selama 45 menit.

Di Lawe Gurah, keberadaan Rafflesia sebagai bunga terbesar di dunia, Orangutan Sumatera, pemandian air panas masih alami, dan air terjun serta hutan hujan tropis menjadi daya tarik wisata di Gurah.

Gurah sebagai kawasan wisata alam tidak lepas dari sejarahnya dimana keberadaan Gurah juga tidak terlepas dari Stasiun Penelitian Ketambe yang berada di seberang kawasan Lawe Gurah.

Di sekitar kawasan Gurah tersebut terdapat stasiun penelitian Ketambe yang telah terkenal sebagai stasiun penelitian hutan tropis sejak tahun 1970-an sebagai hutan penelitian.

Selama 30 tahun lebih, silih berganti para ahli dunia menimba pengetahuan di hutan tropis ini.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved