Senin, 11 Mei 2026

Gunung Api Dempo Erupsi

Aktivitas Vulkanik Gunung Api Dempo Masih Berada pada Level Waspada

Masyarakat sekitar Gunung Dempo diimbau agar tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Dempo.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi- Aktivitas Vulkanik Gunung Api Dempo Masih Berada pada Level Waspada. 

TRIBUNGAYO.COM - Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Dempo masih berada pada Level II (waspada).

Dalam pemberitaan sebelumnya, Gunung Api Dempo, Pagar Alam, Sumatera Selatan erupsi pada Sabtu (23/11/2024) pukul 13.38 WIB.

Dengan status waspada tersebut, ada sejumlah rekomendasi yang harus dipatuhi masyarakat.

Masyarakat, pendaki/pengunjung/wisatawan tidak mendekati dan bermalam (berkemah) di pusat aktivitas kawah Gunung Dempo dalam radius 1 km, serta arah bukaan kawah sejauh 2 km ke sektor utara.

Mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.

Masyarakat sekitar Gunung Dempo diimbau agar tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Dempo.

Dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Dempo melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore.

Atau melalui website https://magma.esdm.go.id, https://vsi.esdm.go.id, dan https://geologi.esdm.go.id.

Dilansir dari TribunPadang.com, pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi mengeluarkan siaran pers Nomor : 103 /KM.05/BGL/2024 terkait Erupsi di Kawah Gunung Api Dempo, Pagar Alam Sumatra Selatan.

Dalam siaran pers tersebut dijelaskan Gunung Api Dempo (GAD) merupakan gunung api tipe strato dan memiliki ketinggian puncak 3.173 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Secara geografis, Gunung Dempo terletak pada posisi koordinat 4,03° LS, 103,13° BT dan secara administratif berada di Kabupaten/Kota Lahat, Empat Lawang, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Sejarah erupsi Gunung Dempo tercatat sejak 1818 dan memiliki interval erupsi berkisar antara 1 hingga 32 tahun.

Erupsi terakhir pada tahun 2024 terjadi pada tanggal 31 Mei 2024 yaitu berupa erupsi freatik dengan tinggi kolom abu setinggi ± 200 m di atas kawah aktif.

Kemudian pada 23 November 2024 pukul 13.38 WIB terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak. 

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara (Lampiran 1). 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved