Selasa, 14 April 2026

Berita Nasional

Presiden Korea Selatan Mengumumkan Darurat Militer

Presiden Yoon pada Rabu menyatakan, akan mencabut perintah darurat militer setelah anggota Parlemen dengan suara bulat menolak keputusannya.

|
Editor: Sri Widya Rahma
TRIBUNNEWS.COM
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol. 

TRIBUNGAYO.COM - Presiden Yoon Suk Yeol melalui media televisi Nasional mengumumkan bahwa Korea Selatan darurat militer, pada Selasa (3/12/2024).

"Untuk melindungi Korea Selatan dari ancaman yang ditimbulkan oleh kekuatan komunis Korea Utara dan untuk melenyapkan elemen-elemen anti-negara. Dengan ini saya mengumumkan darurat militer," kata Yoon dalam pidatonya yang dikutip dari kantor berita AFP.

Presiden Yoon menjelaskan bahwa perintah tersebut diberlakukan untuk melindungi negara dari kekuatan komunis dan elemen anti-negara.

Tentu saja, hal tersebut mengejutkan masyarakat luas, serta menimbulkan kekhawatiran dan kegelisahan.

Dalam pidatonya, Yoon juga mengutarakan beberapa poin sehingga memberlakukan darurat militer.

"Tanpa memperhatikan mata pencarian rakyat, partai oposisi melumpuhkan pemerintahan semata-mata demi pemakzulan, penyelidikan khusus, dan melindungi pemimpin mereka dari keadilan," jelasnya.

Dikutip dari Kompas.com, saat ini Partai Kekuatan Rakyat yang dipimpin oleh Presiden Yoon Suk Yeol tengah bersitegang dengan Partai oposisi utama, yaitu Partai Demokrat.

Adapun hal yang menyebabkan adanya perselisihan yaitu mengenai RUU anggaran tahun depan.

Pada pekan lalu, anggota parlemen oposisi menyetujui rencana pengurangan anggaran secara signifikan melalui komite parlemen.

Pihak oposisi telah memangkas sekitar 4,1 triliun won dari anggaran 677 triliun won yang diusulkan oleh Presiden Yoon Suk Yeol untuk tahun depan.

Hal ini membuat Presiden mengeluh bahwa semua anggaran utama yang penting untuk fungsi inti negara sedang dipotong.

"Majelis Nasional kita menjadi surga bagi para penjahat, sarang kediktatoran legislatif yang berupaya melumpuhkan sistem peradilan dan administratif, serta menumbangkan tatanan demokrasi liberal kita," imbuh Yoon.

Presiden menuduh anggota parlemen oposisi memangkas semua anggaran utama yang penting bagi fungsi inti negara, seperti memerangi kejahatan narkoba dan menjaga keamanan publik.

"Mengubah negara menjadi surga narkoba dan negara dengan kekacauan keamanan publik," kecamnya.

Yoon lalu menjuluki oposisi yang memegang mayoritas di parlemen beranggotakan 300 orang sebagai kekuatan anti-negara yang berniat menggulingkan rezim.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved