Selasa, 9 Juni 2026

Berita Aceh

Harimau Sumatera Terkam Sapi dan Warga juga Resah di Aceh Utara, Begini Penjelasan BKSDA

Harimau Sumatera dilaporkan kembali muncul di perkebunan warga di Aceh Utara beberapa hari terakhir.

Tayang:
Editor: Rizwan
Dokumen Iwan Kurnia
Ilustrasi - Seekor sapi dengan kondisi sudah mati diduga dimangsa Harimau di Bener Meriah, pada, Jumat (5/7/2024). 

TRIBUNGAYO.COM - Harimau Sumatera dilaporkan kembali muncul di perkebunan warga di Aceh Utara beberapa hari terakhir.

Hewan ternak warga jenis sapi ikut diterkam oleh hewan dilindungi tersebut.

Terkait muncul harimau juga membuat warga resah terhadap ancaman jiwa bila ke kebun.

Peristiwa itu juga sudah dilaporkan ke BKSDA guna ditindaklanjuti.

Melansir Kompas.com, dua sapi milik warga di Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, mati diterkam harimau.

Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat. 

Samsul Bahri, pemilik sapi menjelaskan, harimau menyerang hewan ternaknya di bagian leher.

“Dari dua sapi itu, satu tewas diterkam di leher. Satu lagi dimakan hampir seluruh tubuhnya,” ungkap Samsul melalui telepon pada Senin (9/12/2024).

Samsul menambahkan, sapi-sapi tersebut dipelihara di kawasan pemukiman warga, namun harimau berhasil menyeret salah satu sapi ke kawasan perkebunan sawit milik PT Perkebunan Nusantara I.

Ia berharap Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini agar tidak ada lagi hewan ternak yang menjadi korban.

Kepala BKSDA Resort Lhokseumawe dan Aceh Utara, Nurdin, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyatakan, timnya telah memeriksa kondisi di lapangan dan menyimpulkan bahwa harimau masih berada di kawasan perkebunan.

“Kami menduga induk harimau sedang melatih anaknya berburu. Kami imbau sementara waktu, warga berhati-hati,” ujarnya.

Nurdin menambahkan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan BKSDA Aceh untuk menentukan langkah penanganan terhadap harimau tersebut.

“Opsi yang dipikirkan yaitu mendatangkan ahli atau pawang harimau untuk mengusir hewan itu ke kawasan hutan. Sehingga kita harapkan harimau kembali ke kawasan hutan dan menjauh dari perkebunan serta pemukiman warga,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca juga: 3 Perangkat Desa Ditangkap Polisi di Aceh Utara, Terlibat Perdagangan Kulit Harimau dan Beruang Madu

Baca juga: Cawagub Aceh Terpilih Dek Fadh Ajukan 20.000 Rumah untuk Warga Aceh ke Wakil Menteri PKP

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved