Jumat, 10 April 2026

Hanyut di Sungai Alas

Warga Aceh Tenggara Minta Gubernur Prioritaskan Pembangunan Jalan yang Putus

Jalan transportasi darat dan sungai yang menjadi kebutuhan masyarakat itu harus diperhatikan Pemerintah Aceh.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mawaddatul Husna
FOTO IST
Jalan Provinsi Aceh di pedalaman Kecamatan Leuser persisnya Desa Kande Mende menuju Desa Bunbun Indah putus. Akibatnya 15 desa terisolir di Kecamatan Leuser. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Dampak dari jalan yang putus di Pedalaman Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara, persisnya Desa Kande Mende menuju Desa Bunbun Indah, warga setempat terpaksa menempuh jalur transportasi Sungai Alas.

Hal itu karena transportasi darat tak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Akibat dari kejadian itu, dua orang meninggal dunia, 9 orang hanyut.

Namun 15 orang dilaporkan selamat dalam kecelakaan perahu terbalik dari Muara Situlen menuju Bunbun Indah, Kecamatan Leuser pada Minggu (22/12/2024).

Pemilihan transportasi sungai yang digunakan masyarakat saat itu cukup beresiko. 

Tokoh Masyarakat Aceh Tenggara, Dr Nasrul Zaman angkat bicara terkait peristiwa nahas ini.

"Ini harus menjadi perhatian Gubenur Aceh terpilih Muzakir Manaf dan Wakilnya Dekfad untuk menyediakan fasilitas perahu yang nyaman terbuat dari besi maupun fiber.

Disamping jalan Provinsi Aceh di daerah itu juga dibenahi, agar masyarakat tak terisolir di Kecamatan Leuser," sebutnya.

Ia menyebutkan 90 persen masyarakat di pedalaman Kecamatan Leuser bekerja untuk mendongkrak perekonomian pada sektor pertanian dalam arti luas.

Jalan transportasi darat dan sungai yang menjadi kebutuhan masyarakat itu harus diperhatikan Pemerintah Aceh.

Karena, apabila ini tak diperhatikan maka masyarakat di daerah itu kesulitan ke ladang untuk mengambil panen maupun memasarkan hasil bumi serta membawa sembako. 

"Jangan sampai ada lagi korban masyarakat pedalaman Leuser, gara-gara transportasi darat yang tak memadai.

Ini menjadi perhatian serius antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh dengan DPR Aceh," kata Nasrul Zaman.(*)

Baca juga: Berikut Nama-nama Korban dalam Kecelakaan Perahu Terbalik di Sungai Alas Aceh Tenggara

Baca juga: Polres Aceh Tenggara Ringkus Bidan dan PNS yang jadi Pengedar Sabu

Baca juga: BREAKING NEWS: 15 Desa di Aceh Tenggara Terisolir Akibat Jalan dan Jembatan Putus Diterjang Banjir

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved