Rabu, 8 April 2026

Hanyut di Sungai Alas

Korban Perahu Terbalik di Aceh Tenggara Terus Bertambah

Korban perahu terbalik terus bertambah, Nasrul Zaman: Gubernur Aceh Diminta Siapkan Transportasi Sungai Alas.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Sri Widya Rahma
Foto IST
Tim gabungan mengevakuasi korban hanyut di Sungai Alas pasca perahu terbalik di Wilayah Sibiluk pedalaman Leuser pada Minggu (22/12/2024) yang lalu. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Jumlah korban perahu terbalik di wilayah Sibiluk, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, terus bertambah sejak insiden yang terjadi pada Minggu (22/12/2024) siang.

Penemuan korban perahu terbalik ini tidak terlepas dari kerja keras tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan Kelompok Pramuwisata Leuser (KPL) Aceh Tenggara, bersama masyarakat.

Tim terus menyisir Sungai Alas hingga wilayah Bengkung, di perbatasan Aceh Tenggara dan Subulussalam.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP R Doni Sumarsono, didampingi Kasat Reskrim Iptu Bagus Pribadi, menyampaikan bahwa total korban hanyut dalam insiden ini sebanyak 11 orang.

Dari jumlah tersebut, 9 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 2 lainnya masih dalam proses pencarian.

Korban yang telah di temukan adalah Saemah (56), Sudes (1), Asnah (44), Cahaya (10), Dilal (6), dan Yaumil Indah (23).

Sementara itu, identitas tiga korban lainnya masih dalam proses verifikasi.

Dua di antaranya diduga adalah Sahrul (50) dan Mahmuda (17), sedangkan satu korban lainnya sulit dikenali.

Hingga kini, dua korban yang hanyut masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Nasrul Zaman: Gubernur Aceh Diminta Siapkan Transportasi Sungai Alas

Jalan provinsi yang dikelola Dinas Perkejaan Umum dan Penataan Uang (PUPR) Aceh di pedalaman Kecamatan Leuser, tepatnya Desa Kande Mende menuju Desa Bunbun Indah, mengalami kerusakan parah.

Akibatnya, sekitar 15 desa di Kecamatan Leuser menjadi terisolasi.

Masyarakat terpaksa menggunakan jalur transportasi Sungai Alas karena akses darat tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jalan dan jembatan di Kande Mende sepanjang 20 meter rusak total setelah diterjang banjir.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved