Berita Bener Meriah

Ada Pungli hingga Mafia Lapak di Pacuan Kuda Bener Meriah, GMNI: Segera Buat Laporan

Berdasarkan data yang diperoleh pihaknya jika harga tarif parkir di arena pacuan kuda jelang partai final naik secara drastis.

|
Penulis: Bustami | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/FACHRI ZIKRILLAH
Pelaksana even pacuan kuda dalam rangka memeriahkan HUT ke-21 Kabupaten Bener Meriah telah sukses dilaksanakan selama sepekan. 

Laporan Bustami | Bener Meriah 

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bener Meriah akan segera membuat laporan terkait dugaan maraknya pungli hingga ada mafia lapak untuk pedagang kecil di arena pacuan.

Ketua GMNI Bener Meriah, Toga mengatakan praktek pungli masih masif terjadi di pacuan kuda yang dilaksanakan beberapa hari lalu.

Salah satunya pada bagian tarif parkir, dengan terang-terangan telah mengkangkangi harga yang ditetapkan qanun.

Berdasarkan data yang diperoleh pihaknya jika harga tarif parkir di arena pacuan kuda jelang partai final naik secara drastis.

Dimana dari sebelumnya seharga Rp 5 ribu untuk kendaraan roda dua, tapi naik menjadi Rp 10 ribu, begitu juga kendaraan roda empat dari Rp 10 ribu naik menjadi Rp 20 ribu.

Mirisnya lagi, ada perbuatan oknum parkir yang meminta harga parkir untuk dua kali bayar, sekali saat masuk dan satu saat keluar.

"Perbuatan ini jelas pungli, karena secara qanun harga tarif parkir resmi baik untuk event pacuan kuda dan acara lainnya, yaitu Rp 5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat," ucapnya, Jumat (3/1/2025).

Tak hanya itu, pihaknya juga ikut akan melaporkan terkait adanya mafia lapak yang menyewa lapak kepada pedagang dengan harga selangit.

Pengelola lapak menyewakan lapak bagi pedagang kaki lima diduga ada yang mencapai Rp 5 juta untuk satu minggu atau selama even pacuan kuda berlangsung.

"Keterangan yang kami terima dari dinas terkait, jika harga satu lapak itu hanya Rp 1.700/lapak, tapi praktek di lapangan malah berbeda, kami duga ini ada pembiaran, jadi kami akan segera membuat laporan," sebutnya.

"Saat ini kami lagi mengumpulkan bukti-bukti tambahan, setelah langsung kami buat laporan," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan dengan adanya pembiaran permainan judi di arena pacuan kuda, seperti judi bola dan lempar dadu yang dimainkan bebas ditengah-tengah masyarakat.

Aktivitas perjudian di arena pacuan kuda itu mustahil tidak disaksikan oleh aparat keamanan, namun malah dibiarkan begitu saja.

"Kita menduga praktek ini ada oknum aparat sebagai backing, karena para bandar ini terang-terangan bermain di depan khalayak ramai.

Miris kita melihatnya yang bermain judi online dikejar ditangkap, tapi yang didepan mata dibiarkan saja," pungkasnya. (*)

Baca juga: Lirik Lagu Aceh Terbaru Sayang Lon Sayang by Cut Rani Feat Mohderzam

Baca juga: Liga Voli Korea : Tim Legendaris Berharap Rival Megawati Hangestri dari Vietnam Bisa Bantu Silva

Baca juga: Jadwal Final Piala Super Italia 2024: Misi Balas Dendam Inter Milan

 

Sumber: TribunGayo
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved