Kamis, 11 Juni 2026

Berita Aceh

Jalan Nasional Aceh- Sumatera Utara Berlubang, MaTA Minta Komisi V DPR RI Pastikan Perbaikannya

"Saya minta Komisi V DPR turun ke lapangan untuk dapat memastikan jalan nasional tersebut diperbaiki di lintasan Aceh hingga Sumatera Utara," katanya.

Tayang:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/ASNAWI LUWI
Jalan Nasional Kuala Simpang - Aceh Tamiang menuju Medan bertaburan lubang Senin, (6/1/2025) 

Laporan Asnawi Luwi | Banda Aceh 

TRIBUNGAYO.COM, BANDA ACEH - Kerusakan jalan nasional Aceh- Sumatera Utara (Sumut) tak pernah tuntas dari tahun ke tahun sehingga menyulitkan pengendara melintas, bahkan rawan terjadinya kecelakaan berlalu lintas. 

Apalagi jalan nasional berlubang, bergelombang, amblas, retak-retak buaya. 

Koordinator LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mendorong Komisi V DPR RI asal Aceh dan Sumatera Utara untuk dapat memastikan jalan nasional tersebut diperbaiki di lintasan yang menghubungkan kedua provinsi itu.

Lubang-lubang ini paling banyak bertaburan di Besitang Sumut, Kuala Simpang - Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa, Lhokseumawe.

Kemudian Aceh Utara, Aceh Besar, Gayo Lues dan daerah lainnya di Kabupaten Kota di Provinsi Aceh.

Kerusakan jalan nasional yang menjadi tanggungjawab BPJN Aceh dan BBPJN Sumatera Utara itu terlihat di Kabupaten Aceh Tenggara, Tanah Karo, Dairi.

Besitang, Kuala Simpang - Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Besar.

"Saya minta Komisi V DPR turun ke lapangan untuk dapat memastikan jalan nasional tersebut diperbaiki di lintasan Aceh hingga Sumatera Utara.

Seperti informasi yang diterima pemeliharaan jalan Nasional itu ada dialokasikan dari anggaran APBN untuk pemeliharaan miliaran per tahunnya.

Nah, apakah anggaran rutin ini tidak mampu melakukan perbaikan patching jalan yang rusak di lintasan Aceh dan Sumatera Utara apabila ada dialokasikan setiap tahunnya.

Kalau anggaran tak cukup, ini yang menjadi tugas Komisi V DPR asal Aceh dan Sumut," kata Alfian.

Kerusakan jalan ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat Aceh, khususnya dan rawan sekali terjadi kecelakaan lalu lintas seperti di Aceh Tenggara baru-baru ini kontra sepeda motor meninggal tiga orang.

Kemudian itu, membawa barang sembako dari Medan ke Kutacane, Aceh Tenggara dan memasarkan hasil bumi ke Sumatera Utara.

Ini tentunya kondisi jalan amblas, rusak, bergelombang sangat dikeluhkan masyarakat yang melintas di daerah itu.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved