Selasa, 9 Juni 2026

Berita Aceh

Mural Indah di Flyover Banda Aceh: Apotik Warna Beri Sentuhan Seni Lebih Positif dan Bermakna

Keindahan kota Banda Aceh semakin terpancar dengan hadirnya karya seni mural di tiang flyover Simpang Surabaya. 

Tayang:
Penulis: Cut Eva Magfirah | Editor: Mawaddatul Husna
for TribunGayo.com
Mural Indah di Flyover Banda Aceh. 

TRIBUNGAYO.COM - Keindahan kota Banda Aceh semakin terpancar dengan hadirnya karya seni mural di tiang flyover Simpang Surabaya

Para perupa yang tergabung dalam komunitas seni “Apotik Warna” memprakarsai kegiatan melukis mural ini sebagai upaya memperindah kota.

Dan juga sekaligus menyampaikan pesan-pesan bermakna melalui sentuhan seni visual.

Koordinator lapangan  Apotik Warna, Olexs, menjelaskan bahwa mural yang mereka buat memiliki makna mendalam, yakni "salem teuka" atau selamat datang. 

Dalam mural tersebut, terdapat gambar warung kopi dan perempuan yang menyapa dengan salam, sebagai simbol keramahan khas kota Banda Aceh

Selain itu, rumah aceh yang menjadi ikon adat juga turut digambarkan, merepresentasikan kearifan lokal dan budaya yang kuat di kota tersebut.

Olex juga menambahkan bahwa aksi ini melawan coretan-coretan yang kerusakan ruang kota.

"Aksi ini sebagai respons terhadap maraknya coretan merusak dinding atau vandalisme negatif.

Kegiatan ini bertujuan mengubah coretan-coretan tersebut menjadi mural yang lebih positif dan bermakna," tambah Olex pada Sabtu (11/1/2025).

Para perupa yang terlibat, termasuk Iswadi Basri, Olexs, Munzir SSn, Chika, dan Mahatir, berkeinginan agar mural ini membawa energi positif bagi kota Banda Aceh

Mereka berharap melalui karya seni ini, Banda Aceh menjadi lebih indah dan berkarakter, meskipun dana yang digunakan berasal dari patungan para perupa dan donasi warga. 

Mereka ingin agar seni mural dinikmati oleh publik dan menghindari sekadar coretan yang merusak citra kota.

Davi Abdullah, seorang budayawan sekaligus filmmaker Independen, mengungkapkan pandangannya mengenai gerakan mewarnai ini disebut vandalisme. 

Gerakan ini sudah muncul di  kota-kota besar untuk mewarnai. 

Menurut Davi, aksi ini bukan sekadar coretan liar di dinding, melainkan sebuah ekspresi budaya yang sarat dengan konsep dan ideologi yang ingin disampaikan oleh para perupa. 

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved