Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Aceh Tenggara

Harga Tinggi, Pencurian Kakao Marak di Aceh Tenggara

Menurut mereka maraknya aksi pencurian ini sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

Tayang:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Sri Widya Rahma
Tribun Pontianak
Kakao. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Mahalnya harga kakao kering di Aceh Tenggara, memicu maraknya aksi pencurian komoditas tersebut di ladang maupun saat dijemur.

Situasi ini semakin membuat petani resah, terutama di pedesaan.

"Buah kakao saat ini menjadi incaran para pencuri. Tidak hanya kakao, tanaman lain seperti biji sawit, buah pisang, dan hasil pertanian lainnya juga sering dicuri.

Aksi ini mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)," kata sejumlah warga Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara.

Menurut mereka maraknya aksi pencurian ini sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

"Kami cukup resah dengan adanya aksi maling di Desa Lawe Loning Aman dan sekitarnya," kata seorang petani, Darmi kepada TribunGayo.com,  Jum'at (17/1/2025).

Menurut mereka, aksi pencurian tersebut dilakukan saat pemiliknya tidak berada di ladang. Sehingga petani selalu rugi karena tak bisa menikmati hasil panen di kebun.

Hasil panen sering kali hilang sebelum sempat dipetik, bahkan kakao yang belum matang pun ikut diambil.

"Pencurian marak terjadi bukan saja di kebun petani, tetapi rumah juga menjadi sasaran maling," kata Warga setempat, Fauzi. (*)

Baca juga: Viral! Kapal Tongkang Hantam Kafe di Tepi Sungai Mahakam, Kerugian Diperkira Capai Miliaran Rupiah

Baca juga: CPNS 2025: Ini Instansi Pusat yang Sepi Peminat, Bisa Jadi Acuan Pelamar

Baca juga: BREAKING NEWS: Mobil PLN Blangkejeren Terjun ke Jurang di Gayo Lues, Begini Kronologinya

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved