Minggu, 10 Mei 2026

Kasus Oknum Kepsek SMKPP

Setelah Mogok Belajar, Asrama Putri SMKPP Kutacane Kini Kembali Ramai

Aktivitas belajar mengajar di sekolah juga berjalan seperti biasa, dengan kehadiran para guru yang terlihat ramai di lingkungan SMKPP Negeri Kutacane.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Sri Widya Rahma
TRIBUNGAYO.COM/ASNAWI LUWI
SMKPP Negeri Kutacane, Jumat (17/1/2025). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Proses belajar mengajar di SMKPP Negeri Kutacane kembali normal setelah sebelumnya terganggu akibat aksi mogok belajar yang dilakukan para siswi.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap oknum Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial MD, yang diduga sering masuk ke asrama putri.

"Alhamdulillah, hari ini proses belajar mengajar sudah kembali normal seperti semula.

Asrama putri sudah terisi oleh para siswi yang selama ini tinggal di asrama tersebut," ujar Kepala SMKPP Negeri Kutacane, Junedi Marutu kepada TribunGayo.com, Jumat (17/1/2025).

Berdasarkan pantauan TribunGayo.com, asrama putri kini kembali ramai dihuni para siswi dan dikunjungi oleh wali murid.

Aktivitas belajar mengajar di sekolah juga berjalan seperti biasa, dengan kehadiran para guru yang terlihat ramai di lingkungan SMKPP Negeri Kutacane.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMK-PP Negeri Kutacane, Aceh Tenggara berinisial MD diduga sering masuk ke kamar asrama putri.

Akibatnya siswi melapor ke istri oknum Kepsek tersebut dan melakukan protes kepada yang bersangkutan.

Tak terima dilaporkan kepada istri oleh siswinya, oknum Kepsek SMK-PP Negeri Kutacane melakukan intervensi terhadap siswi dengan meminta membuat surat pernyataan bermaterai.

Kemudian dibubuhkan tanda tangan bahwa laporan yang disampaikan kepada istrinya tidak benar.

Lalu, siswi menolak sehingga terjadi ancaman dari oknum Kepsek itu dengan mengunci asrama putri.

Akibatnya, siswi tidak bisa masuk untuk ganti baju maupun makan siang pada Rabu (15/1/2025).

Lalu, salah seorang siswi melaporkan kejadian itu kepada keluarganya.

Lalu pihak keluarga mendatangi sekolah dan menanyakan hal tersebut kepada Kepsek.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved