Jumat, 24 April 2026

Jalan Nasional Banda Aceh-Medan Amblas, Kemacetan Mengular di Seulawah

Jalan Nasional Banda Aceh-Medan di kawasan pegunungan Seulawah, tepatnya di kilometer (Km) 81, Gampong Simpang Beutong.

Editor: Malikul Saleh
SERAMBI/NAZAR
JALAN NASIONAL AMBLAS - Jalan Aceh- Medan di kawasan pegunungan Seulawah, tepatnya di Km 81, di Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga. Kejadian tepatnya di kilometer (Km) 81, Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Pidie, mengalami kerusakan parah hingga amblas pada Rabu (29/1/2025). 

TRIBUNGAYO.COM - Jalan Nasional Banda Aceh-Medan di kawasan pegunungan Seulawah, tepatnya di kilometer (Km) 81, Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Pidie, mengalami kerusakan parah hingga amblas pada Rabu (29/1/2025).

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kondisi jalan yang rusak menyebabkan kemacetan panjang hingga 500 meter, terutama dari arah Sigli, Kabupaten Pidie. 

Tanah yang amblas membuat kendaraan sulit melintas, sehingga pengendara harus menaiki aspal yang dalam kondisi mendaki dan melewati tikungan tajam.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Banda Aceh lebih mudah melintas karena posisi jalan menurun, meskipun tetap harus melewati tikungan tajam di area yang rusak.

Kerusakan di jalur ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas (lakalantas), terutama di Km 18 yang dikenal rawan insiden. 

Banyak kendaraan, terutama truk antarkota, mengalami mogok saat melewati jalan yang rusak dan menanjak dari arah Medan.

Seperti pada Ahad (26/1/2025) malam, satu truk interkuler terperosok di jalan rusak tersebut akibat gagal mendaki. Sehingga di jalan rusak itu harus ada petugas untuk menertibkan kendaraan, agar sopir tidak ugal-ugalan. 

Karena, saat ini volume kendaraan meninggkat seiring libur. Sehingga banyak warga bersama keluarga yang melakukan pergi jalan-jalan.  

Untuk mobil jenis sedan, Jazz, Brio atau jenis lain, sering tersangkut saat melintas di jalan nasional yang rusak di Laweung. 

Warga Pidie, Muhammad kepada Serambi, Rabu (29/1/2025), mengaku, mobil miliknya sempat terjebak macet di jalan rusak di Km 81, di Kecamatan Muara Tiga. 

"Saat itu, saya bersama keluarga hendak ke Banda Aceh, dan sempat terjebak macet. Tapi, saya tidak lama terjebak dalam kemacetan, karena kebetulan masih pagi, yang kendaraan belum banyak," kata Muhammad di Sigli.

Dikatakannya, Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh harus segera memperbaiki jalan rusak di kaki pegungungan Seulawah.

Sebab, kerusakan jalan tersebut kian parah, karena tanah penahan badan jalan terus turun ke bawah. 

Melorotnya tanah itu, akibat tiap hari jalan rusak itu dilintas kendaraan, terutama kendaraan berbadan besar seperti interkuler dan bus.  

"Saya rasa BPJN harus menangani lebih cepat guna memperbaiki jalan nasional yang rusak. Sebab, kerusakan jalan itu sudah hampir lama," jelasnya.(naz)

Harus Cepat Ditangani

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved