Selasa, 7 April 2026

Berita Nasional

Dewan Sengketa Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Kamboja dalam APS

Selain itu, DSI telah menyerahkan daftar mediator yang dapat digunakan sebagai referensi dalam menyelesaikan sengketa lintas negara.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Sri Widya Rahma
ISTIMEWA
KERJA SAMA - Dewan Sengketa Indonesia (DSI) terus memperkuat sistem Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) di Indonesia dengan menjalin komunikasi strategis dengan Kedutaan Besar Kamboja di Jakarta. Saat ini, terdapat sekitar 150.000 warga negara Indonesia yang berdomisili dan bekerja di Kamboja. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Dewan Sengketa Indonesia (DSI) terus memperkuat sistem Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) di Indonesia dengan menjalin komunikasi strategis dengan Kedutaan Besar Kamboja di Jakarta.

Presiden DSI Prof Sabela Gayo SH MH PhD, dalam pertemuan dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kamboja untuk Indonesia, HE TEAN Samnang, Rabu (12/2/2025) di Jakarta, menyarankan agar setiap konflik atau sengketa yang melibatkan warga negara atau badan usaha Kamboja di Indonesia terlebih dahulu diselesaikan melalui mediasi sebelum menempuh jalur hukum formal.

"Kami siap bekerja sama dengan lembaga mediasi dan arbitrase di Kamboja serta perguruan tinggi di sana untuk berbagi pengalaman dalam penyelesaian sengketa alternatif.

Hal ini penting untuk memperkuat ekosistem penyelesaian sengketa yang lebih efektif bagi para mediator, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya di Kamboja," ujar Sabela Gayo.

Dalam pertemuan tersebut, DSI juga mendorong Duta Besar Kamboja untuk menggunakan mediator DSI jika terdapat perselisihan yang melibatkan individu atau badan usaha Kamboja di Indonesia.

Selain itu, DSI telah menyerahkan daftar mediator yang dapat digunakan sebagai referensi dalam menyelesaikan sengketa lintas negara.

Saat ini, terdapat sekitar 150.000 warga negara Indonesia yang berdomisili dan bekerja di Kamboja.

Sehingga kerja sama dalam penyelesaian sengketa lintas negara menjadi semakin relevan dan mendesak.

Dengan adanya sinergi antara DSI dan Kedutaan Besar Kamboja, diharapkan penyelesaian sengketa dapat dilakukan dengan lebih cepat, efisien.

Serta mengedepankan prinsip win-win solution bagi semua pihak yang terlibat. (*)

Baca juga: Azhari Cage Dukung Penghapusan Barcode di SPBU: Aceh Sumber Minyak, Tapi Warganya Sulit Dapat BBM

Baca juga: Nasir Djamil: Petugas SPBU Setuju Penghapusan Barcode, Sering Picu Keributan

Baca juga: Setuju Hapus Sistem Barcode di SPBU Aceh, Nasir Djamil: Hanya Menyusahkan

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved