Senin, 13 April 2026

Berita Nasional

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 900 Meter

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat erupsi sebanyak dua kali dalam kurun waktu tersebut.

Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Kompas.com/Dokumen PVMBG 2024
GUNUNG SEMERU ERUPSI - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (22/2/2025). Selain dua erupsi tersebut, laporan pemantauan PPGA mencatat dalam 24 jam terakhir sejak Jumat (21/2/2025) telah terjadi erupsi berupa letusan sebanyak 50 kali. 

TRIBUNGAYO.COM - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (22/2/2025).

Berdasarkan data dari Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur, aktivitas vulkanik mulai terdeteksi sejak pukul 00.00 WIB.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat erupsi sebanyak dua kali dalam kurun waktu tersebut.

Erupsi pertama yang dapat diamati terjadi pada pukul 00.59 WIB.

Letusan tersebut menghasilkan kolom abu tebal yang membumbung tinggi hingga 900 meter di atas puncak.

Kolom abu yang berwarna abu pekat tersebut mengarah ke timur serta timur laut.

Sementara itu, erupsi kedua kembali terjadi pada pukul 05.24 WIB.

Pada letusan kedua, menghasilkan kolom abu tebal setinggi 800 meter yang mengarah ke tenggara dan selatan.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 22 Februari 2025, pukul 05.24 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 800 meter di atas puncak," demikian ungkap petugas PPGA Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/2/2025).

Selain dua erupsi tersebut, laporan pemantauan PPGA mencatat dalam 24 jam terakhir sejak Jumat (21/2/2025) telah terjadi erupsi berupa letusan sebanyak 50 kali.

Namun, beberapa erupsi yang terjadi tidak dapat teramati secara visual karena Gunung Semeru tertutup kabut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan saat ini status aktivitas Gunung Semeru berada di level II atau Waspada.

Meski begitu, ia mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 kilometer (Km) dari puncak.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 Km dari puncak.

Terlebih lagi, saat ini sekitar Gunung Semeru kerap diguyur hujan lebat yang berisiko menimbulkan banjir lahar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved