Selasa, 14 April 2026

Berita Nasional

Pemerintah Wacanakan 2027 Akan Hapus Subsidi BBM untuk Pertalite dan Biosolar

Pemerintah kembali mewacanakan terkait penghapusan subisidi baban bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Biosolar.

Editor: Rizwan
TribunGayo.com/Rasidan
ANTREAN BBM - Kendaraan antrian mengisi BBM di SPBU Gayo Lues, Selasa (19/11/2024). Selain itu, pemerintah mewacanakan akan menghapus BBM subsidi jenis Biosolar dan Pertalite. 

TRIBUNGAYO.COM - Pemerintah kembali mewacanakan terkait penghapusan subisidi baban bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Biosolar.

Selama ini subdisi BBM menguras anggaran negara serta banyak ditemukan penyalahgunaan BBM susbsidi oleh pihak tertentu atau penggunakan oleh yang tidak berhak.

Wacana penghapusan subsidi kedua jenis BBM ini direncanakan tahun 2027, serta ke depan diharapkan adanya satu harga.

Mengutip Kompas.com, wacana penghapusan subsidi bahan bakar minyak (BBM) kembali muncul.

Rencana menghilangkan BBM subsidi sebenarnya sudah mengemuka sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Namun demikian, rencana ini seolah timbul tenggelam mengingat pencabutan subsidi BBM bakal jadi gejolak nasional.

Teranyar rencana pemerintah menghilangkan BBM subsidi, baik pada Pertalite maupun Solar, berawal dari pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengaku mengusulkan ke Presiden Prabowo Subianto agar mencabut semua subsidi BBM dalam dua tahun mendatang.

Dengan dicabutnya subsidi BBM, maka publik mau tidak mau harus beralih ke BBM satu harga.

"Pada akhirnya, saya berpikir dan menyampaikan kepada Presiden bahwa dalam dua tahun ke depan, kita mungkin bisa mencapai harga tunggal, tanpa subsidi untuk bahan bakar," ungkap Luhut di acara Economic Outlook 2025 di The Energy Building, Jakarta, dikutip pada Sabtu (22/2/2025).

Dikatakan Luhut, dengan mencabut subsidi BBM, maka negara akan menghemat APBN hingga miliaran dollar AS.

Impor BBM pun selama ini banyak menyedot devisa negara.

Ia lalu bicara soal kemungkinan penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam mengindentifikasi kendaraan-kendaraan yang bisa tetap mendapatkan subsidi.

"Dengan kecerdasan buatan (AI), kita bisa mengidentifikasi kendaraan mana yang berhak mendapatkan jenis bahan bakar tertentu. Pemerintah juga terus memperbaiki teknologi ini, yang dikembangkan oleh lebih dari 300 anak muda Indonesia," ungkapnya.

Baca juga: Pengencer Ilegal Bebas Bolak-balik Isi BBM Subsidi di SPBU Gayo Lues

Usulan Bahlil 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved