Jumat, 5 Juni 2026

Berita Aceh

Haji Uma Jemput 3 Warga Aceh Korban Perdagangan Orang yang Dipulangkan dari Laos

Senator Aceh, H Sudirman alias Haji Uma menjemput 3 warga Aceh di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (1/3/2025). 

Tayang:
Editor: Rizwan
Serambinews.com
KORBAN TPPO - Tiga Korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) asal Aceh yang dipulangkan dari Laos, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (1/3/2025). Kedatangan para korban disambut oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Aceh, H. Sudirman Haji Uma, S.Sos dan dibantu proses di keimigrasian oleh Protokol Kesekjenan DPD RI. 

TRIBUNGAYO.COM - Senator Aceh, H Sudirman alias Haji Uma menjemput 3 warga Aceh di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (1/3/2025). 

Ketiga warga Aceh ini dipulangkan dari Negara Laos yang merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Setelah dijemput di bandara, mereka dibawa pulang ke Aceh.

Melansir Serambinews.com, kedatangan para korban dibantu proses di keimigrasian oleh Protokol Kesekjenan DPD RI. 

"Alhamdulillah, ketiga warga Aceh yang menjadi korban TPPO di Laos telah tiba di tanah air melalui Bandara Soekarno-Hatta", ujar Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh.

Ketiga korban TPPO asal Aceh, yakni MA (24 tahun) asal Aceh Utara, YU (27 tahun) dan FR (26 tahun) asal Lhokseumawe.

Mereka menempuh perjalanan panjang hingga bisa tiba di tanah air. 

Setelah berhasil melarikan diri dari tempat mereka dipekerjakan sebagai scammer dan berlindung di kantor kepolisian Laos, mereka dibawah arahan tim Haji Uma dan proteksi KBRI pada Rabu (26/2) mereka menyeberang ke Chiangrai, Thailand dan  ke Bangkok via transportasi udara. 

Sempat menginap semalam di Bangkok,  Jumat (28/2) mereka berangkat ke tanah air dengan jalur transit di Malaysia dan Sabtu sekitar pukul 09.30 Wib menjalani penerbangan ke Jakarta. 

Di Bandara Soekarno-Hatta, ketiga korban sempat berbagi cerita dengan Haji Uma terkait kronologis dan pengalaman selama dipekerjakan oleh perusahaan milik warga Tionghoa Malaysia sebagai scammer di Laos.

Menurut mereka, keberangkatan ke Laos karena termakan janji dan iming gaji besar.

Mereka juga menjelaskan jika mereka ke Laos melalui Medan, Sumatera Utara lalu ke Jakarta.

Kemudian diberangkatkan ke Thailand dan selanjutnya ke Laos melalui jalur perbatasan di Provinsi Chiangrai. 

Sementara itu, Haji Uma berharap kepada ketiganya agar lebih selektif untuk memilih bekerja di luar negeri.

Selain itu, Haji Uma juga menganjurkan untuk memilih jalur dari agen resmi yang telah terverifikasi oleh depnaker dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved