Senin, 8 Juni 2026

Berita Nasional

iPhone 16 Resmi Lolos TKDN, Siap Dipasarkan di Indonesia Tanpa Harus Bangun Pabrik

Lima model iPhone terbaru yakni iPhone 16, iPhone 16 Plus, iPhone 16 Pro, iPhone 16 Pro Max, serta  iPhone 16e.

Tayang:
Editor: Sri Widya Rahma
Instagram/apple
IPHONE - Foto tangkapan layar Instagram @apple yang di unggah pada Rabu (4/12/2024) memperlihtakan iPhone yang di genggam. Setelah melalui negosiasi panjang selama lima bulan, iPhone 16 akhirnya mendapatkan izin edar di Indonesia. 

TRIBUNGAYO.COM - Setelah melalui negosiasi panjang selama lima bulan, iPhone 16 akhirnya mendapatkan izin edar di Indonesia.

Apple telah memenuhi salah satu syarat utama, yaitu lolos sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Lima model iPhone terbaru yakni iPhone 16, iPhone 16 Plus, iPhone 16 Pro, iPhone 16 Pro Max, serta  iPhone 16e, sertifikasi sudah muncul di laman TKDN Kemenperin.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari kesepakatan antara Apple dan Pemerintah Indonesia, yang mencangkup proposal investasi senilai 1 miliar dolas AS atau sekitar Rp 16,3 triliun.

Dalam proposal investasinya, Apple memilih skema investasi inovasi (Skema 3), yang berbeda dengan mayoritas vendor smartphone lain seperti Samsung, Oppo, Vivo, dan Xiomi yang memilih membangun pabrik di dalam negeri.

Apple berkomitmen untuk mengalokasikan dana tunai sebesar Rp 160 juta dolar AS atau setara dengan Rp 2,62 triliun untuk priode 2025-2028 sebagai bagian dari pemenuhan TKDN sesuai atauran yang berlaku.

Selain itu, Apple juga menandatangani Momerandum of Understanding (MoU) yang berlaku dari 2023 hingga 2029.

Kesepakatan ini mencangkup pembangunan Apple Software Innovation and Technology Institute, Apple Professional Developer Academy, serta ekspansi manufaktur Apple di Indonesia.

Untuk diketahui, ada tiga skema investasi yang diatur Kemenperin agar vendor elektronik bisa memenuhi kewajiban TKDN dengan bobot minimal 35 persen.

Skema pertama adalah manufaktur atau membangun pabrik, lalu kedua adalah Skema Software (aplikasi), dan yang ketiga adalah skema inovasi.

Tetap Bangun Pabrik, Tapi untuk Aksesori

Sesuai MoU, Apple juga diwajibkan membawa Global Value Chain (GVC)-nya ke Indonesia.

Salah satu cara yang sudah disepekati adalah investasi senilai 150 juta dollar AS (sekitar Rp 2,46 triliun) melalui ICT Luxshare untuk membangun pabrik di Batam.

Pabrik tersebut akan memproduksi aksesori AirTag, dengan komponen baterai yang berasal dari produsen dalam negeri.

"Pabrik ini diharapkan dapat memenuhi 65 persen kebutuhan AirTag global. Tahap pertama investasi ini senilai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 16,3 triliun)," kata Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Apple juga berkomitmen membangun lini produksi baru di Long Harmony, Bandung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved