Jumat, 17 April 2026

Berita Nasional

Hati-hati! Kasus Penipuan Jelang Lebaran Makin Marak Terjadi, Begini Modusnya

Selain itu, Friderica menuturkan, penipuan lainnya juga datang dari investasi ilegal dan penipuan berkedok arisan menjelang lebaran. 

Tribun Pontianak
PENIPUAN- Foto ilustrasi penipuan makin marak terjadi jelang Lebaran yang diunduh di Tribun Pontianak, Sabtu (8/3/2025). Saat bulan puasa biasanya masyarakat akan memiliki banyak kebutuhan, sehingga ingin lebih konsumtif dan hal ini yang dimanfaatkan oleh para pelaku penipuan jasa keuangan. 

TRIBUNGAYO.COM - Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat bulan puasa dan menjelang Lebaran, pasalnya kasus penipuan makin marak terjadi.

Saat bulan puasa biasanya masyarakat akan memiliki banyak kebutuhan, sehingga ingin lebih konsumtif. 

Hal ini yang dimanfaatkan oleh para pelaku penipuan jasa keuangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi yang dilansir dari Kontan.co.id, Sabtu (8/3/2025).

“Nantinya para penipu itu akan menawarkan pinjaman online ilegal dengan iming-iming verifikasi cepat dan lainnya, yang cukup menggiurkan.

Sehingga pada akhirnya masyarakat terjebak dan masuk ke dalam skema pinjaman online ilegal,” jelasnya. 

Asal tahu saja, pinjaman online ilegal atau pinjaman yang tidak mendapatkan sertifikasi dari OJK, memiliki bunga lebih tinggi dan cenderung memberikan intimidasi berlebihan saat penagihan kepada konsumen.

Selain itu, Friderica menuturkan, penipuan lainnya juga datang dari investasi ilegal dan penipuan berkedok arisan menjelang lebaran. 

Dengan begitu, ia mengimbau masyarakat agar selalu waspada untuk tidak serta merta membuka pesan yang diterima berupa link.

Karena biasanya link tersebut merupakan aplikasi bodong yang bisa menguras rekening pribadi.

Untuk mencegah penipuan tersebut, Friderica memberikan sejumlah tips kepada masyarakat, diantaranya yakni, dengan terus waspada dan tidak mudah percaya. 

Kemudian, masyarakat harus terus menggunakan akal sehat dan selalu memverifikasi, serta rajin untuk melakukan cek dan recheck. 

Disamping itu, ia mengatakan OJK memproyeksi bahwa pengaduan konsumen yang diterima terkait penipuan akan meningkat menjelang Lebaran 2025.

Dikatakan, data Satgas Pasti per Januari 2025 mencatat, terdapat 379 laporan, dan Februari 2025 sebanyak 409 laporan. 

Kemudian, Friderica menyampaikan jika melihat data layanan pengaduan konsumen yang diterima OJK pada pekan ketiga dan keempat Februari 2025, terdapat 1.512 pengaduan terkait social engineering.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved