Berita Aceh Tengah
Arus Balik Lebaran Meningkat, Jalan Lintas Takengon- Blangkejeren Jadi Keluhan Pengendara
Banyak pemudik memanfaatkan libur hari raya idul fitri 1446 H dan cuti bersama untuk berwisata ke kabupaten Aceh Tengah.
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Sri Widya Rahma
Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Selama libur Lebaran 2025, arus balik di jalan lintas Takengon- Blangkejeren mengalami peningkatan signifikan, Jumat (4/4/2025).
Banyak pemudik memanfaatkan libur hari raya idul fitri 1446 H dan cuti bersama untuk berwisata ke kabupaten Aceh Tengah.
Namun demikian, Jalan sepanjang 139 kilometer (Km) yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dan Gayo Lues itu, masih dalam kondisi memprihatinkan dan menyulitkan banyak pengguna jalan.
Jalur Takengon- Blangkejeren merupakan rute vital bagi warga yang melakukan perjalanan mudik atau berkunjung ke sanak saudara, khususnya bagi mereka yang berada di dua kabupaten tersebut.
Rute ini lebih sering dipilih oleh para pemudik karena jaraknya yang lebih singkat dibandingkan dengan jalur alternatif yang melewati Kecamatan Linge.
Namun, kerusakan jalan yang terjadi di berbagai titik mengancam keselamatan pengguna jalan.
Berbagai lubang besar, jalan berlumpur, serta permukaan jalan yang tidak rata menyebabkan perjalanan semakin membahayakan penguna jalan, terutama bagi kendaraan dengan ground clearance rendah, seperti sedan.
Beberapa pengguna jalan mengungkapkan keluhannya mengenai kondisi jalur tersebut.
Para pemudik mengaku, mendapatkan sejumlah hambatan, seperti jalan berlubang, dan jalan yang menyempit akibat amblas.
"Jalan ini memang lebih cepat dibandingkan jalur lain, tapi kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Banyak lubang besar yang membahayakan, terutama bagi mobil sedan.
Harapannya sih segera ada perbaikan, supaya kami bisa lebih aman," ujar salah satu pengguna jalan asal Takengon, Khairil.
Selain itu, Khairil juga mengeluhkan, jalur tersebut masih minim petunjuk arah di sepanjang jalan, ditambah lagi penanda jalan yang rusak sehingga dapat membahayakan para pengendara.
“Karena kami kan tidak hafal jalan, apalagi tidak ada penanda, jadi tidak tau ada lubang di jalan,” tambahnya.
Ia pun menyanyangkan terhadap minimnya perbaikan dari pihak terkait, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh yang memiliki tanggung jawab atas pemeliharaan jalan tersebut.
| Pajak Kendaraan Dukung Pembangunan Daerah, Warga Aceh Tengah Diminta Gunakan Plat BL-G |
|
|---|
| Kapolres Aceh Tengah Saweu Pesantren, Salurkan Bansos dan Layanan Kesehatan Gratis |
|
|---|
| Harga Plastik di Aceh Tengah Naik Drastis, Pedagang Keluhkan Dampaknya |
|
|---|
| 14 Anak Jalani Operasi Bibir Sumbing di RSUD Datu Beru Takengon |
|
|---|
| Pria 60 Tahun di Aceh Tengah Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Anak Dibawah Umur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/JALAN-LINTAS-TAKENGON-BLANG.jpg)