Senin, 27 April 2026

Berita Aceh Tengah

Arus Balik Lebaran Meningkat, Jalan Lintas Takengon- Blangkejeren Jadi Keluhan Pengendara

Banyak pemudik memanfaatkan libur hari raya idul fitri 1446 H dan cuti bersama untuk berwisata ke kabupaten Aceh Tengah.

Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Sri Widya Rahma
TRIBUNGAYO.COM/ALGA MAHATE ARA
JALAN RUSAK - Selama libur Lebaran 2025, arus balik di jalan lintas Takengon- Blangkejeren mengalami peningkatan signifikan, Jumat (4/4/2025). Jalan sepanjang 139 kilometer (Km) yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dan Gayo Lues itu, masih dalam kondisi memprihatinkan dan menyulitkan banyak pengguna jalan. 

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Selama libur Lebaran 2025, arus balik di jalan lintas Takengon- Blangkejeren mengalami peningkatan signifikan, Jumat (4/4/2025).

Banyak pemudik memanfaatkan libur hari raya idul fitri 1446 H dan cuti bersama untuk berwisata ke kabupaten Aceh Tengah.

Namun demikian, Jalan sepanjang 139 kilometer (Km) yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dan Gayo Lues itu, masih dalam kondisi memprihatinkan dan menyulitkan banyak pengguna jalan.

Jalur Takengon- Blangkejeren merupakan rute vital bagi warga yang melakukan perjalanan mudik atau berkunjung ke sanak saudara, khususnya bagi mereka yang berada di dua kabupaten tersebut. 

Rute ini lebih sering dipilih oleh para pemudik karena jaraknya yang lebih singkat dibandingkan dengan jalur alternatif yang melewati Kecamatan Linge.

Namun, kerusakan jalan yang terjadi di berbagai titik mengancam keselamatan pengguna jalan. 

Berbagai lubang besar, jalan berlumpur, serta permukaan jalan yang tidak rata menyebabkan perjalanan semakin membahayakan penguna jalan, terutama bagi kendaraan dengan ground clearance rendah, seperti sedan.

Beberapa pengguna jalan mengungkapkan keluhannya mengenai kondisi jalur tersebut.

Para pemudik mengaku, mendapatkan sejumlah  hambatan, seperti jalan berlubang, dan jalan yang menyempit akibat amblas.

"Jalan ini memang lebih cepat dibandingkan jalur lain, tapi kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Banyak lubang besar yang membahayakan, terutama bagi mobil sedan.

Harapannya sih segera ada perbaikan, supaya kami bisa lebih aman," ujar salah satu pengguna jalan asal Takengon, Khairil.

Selain itu, Khairil juga mengeluhkan, jalur tersebut masih minim petunjuk arah di sepanjang jalan, ditambah lagi penanda jalan yang rusak sehingga dapat membahayakan para pengendara.

“Karena kami kan tidak hafal jalan, apalagi tidak ada penanda, jadi tidak tau ada lubang di jalan,” tambahnya.

Ia pun menyanyangkan terhadap minimnya perbaikan dari pihak terkait, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh yang memiliki tanggung jawab atas pemeliharaan jalan tersebut. 

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved