Senin, 8 Juni 2026

 A Night for Chairil Anwar, Malam Puisi untuk Sang Binatang Jalang

Acara ini menjadi ruang pertemuan bagi para penyair, pencinta sastra, serta siapa saja yang ingin merayakan kekuatan kata-kata.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
ISTIMEWA
HARI PUISI NASIONAL- Peserta A Night for Chairil Anwar yang berlangsung di Bersuaka, BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (12/4/2025). Acara ini menjadi ruang pertemuan bagi para penyair, pencinta sastra, serta siapa saja yang ingin merayakan kekuatan kata-kata. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

TRIBUNGAYO. COM, JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Puisi Nasional 2025, komunitas @JakartaPoetrySlam bersama Komunitas Hari Puisi Nasional (Harsinas) mempersembahkan sebuah malam perayaan puisi.

Malam perayaan puisi itu bertajuk A Night for Chairil Anwar, malam yang dipersembahkan untuk mengenang jejak-jejak kata, semangat perlawanan, dan nyala kehidupan dari penyair legendaris Indonesia, Chairil Anwar.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Bersuaka, BSD, Tangerang Selatan pada Sabtu (12/4/2025).

Acara ini menjadi ruang pertemuan bagi para penyair, pencinta sastra, serta siapa saja yang ingin merayakan kekuatan kata-kata.

Lewat lantunan puisi dan pertunjukan sastra, A Night for Chairil Anwar mengajak siapa saja untuk menyusuri kembali lorong-lorong batin Chairil: gelisah, tajam, namun selalu jujur dan hidup.

Bersuaka BSD adalah kedai kopi dan literasi yang menyanyikan aneka minuman dan makanan serta buku-buku.

Di kedai ini juga tersedia Toko Kelontong Poet Tea yang melayani permintaan puisi untuk berbagai keperluan individu atau komunitas. 

Malam Chairil Anwar itu diramaikan oleh sederet nama yang telah memberi warna dalam dunia puisi Indonesia kontemporer.

Mereka adalah Devie Matahari, Ayu Meutia, Antonia Timmerman, Diaz, Mustafa Ismail, Fikar W Eda, Shobir Poer, Beni Satria, Andi Lesmana, Dewi Sinta, David, Nada, Riyan.

Dan masih banyak lagi yang  tampil, membaca, dan menyuarakan puisi-puisi mereka maupun karya-karya Chairil Anwar yang tak lekang dimakan zaman.

Lebih dari sekadar panggung pembacaan puisi, acara ini adalah bentuk penghormatan atas warisan sastra yang telah membuka jalan bagi generasi muda untuk menyampaikan suara mereka: suara tentang cinta, luka, perlawanan, dan harapan.

Dalam semangat “Aku ini binatang jalang,” kita kembali diajak untuk mendengarkan bukan hanya puisi, tapi juga kehidupan. (*) 

Baca juga: Jakarta Poetry Slam Gelar Malam Chairil Anwar Hari Puisi Nasional

Baca juga: Anto Baret Luncurkan Album Terbaru Bertajuk Sketsa Jalanan Diisi Baca Puisi Berbagai Lintas Generasi

Baca juga: Malam untuk Chairil Anwar: Merayakan Hari Puisi Nasional dengan Gairah Sastra

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved