Berita Aceh Tengah
KP2KG Perjuangkan Pembentukan Kota Madya Gayo dari Lima Kecamatan di Aceh Tengah
Adapun lima kecamatan yang masuk dalam rencana pembentukan Kota Madya Gayo adalah Bebesen, Bintang, Kebayakan, Linge, dan Lut Tawar.
Penulis: Romadani | Editor: Sri Widya Rahma
Laporan Romadani | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Komite Percepatan Pembentukan Kota Madya Gayo (KP2KG) memulai langkah perjuangan untuk membentuk Kota Madya Gayo, Selasa (15/4/2025).
Kota Madya Gayo ini direncanakan mencakup lima kecamatan di Aceh Tengah.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara KP2KG, Mustawalad, dalam keterangan kepada TribunGayo.com, Selasa (15/4/2025).
Adapun lima kecamatan yang masuk dalam rencana pembentukan Kota Madya Gayo adalah Bebesen, Bintang, Kebayakan, Linge, dan Lut Tawar.
"Langkah ini dinilai lebih realistis dan InsyaAllah bisa tercapai dalam dua tahun ke depan," ujar Mustawalad, yang juga menjabat sebagai Sekretaris KP2KG.
Struktur organisasi KP2KG dipimpin oleh Haji Zulfikar AB, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dari Partai Gerindra, dengan Hamzah Tun (Mr Jhon), mantan anggota DPRK Aceh Tengah, sebagai Wakil Ketua
Serta untuk sementara Win Ama ditunjuk sebagai Bendahara.
Proses pembentukan Kota Madya Gayo memerlukan dukungan dan rekomendasi dari berbagai pihak, termasuk Bupati, Gubernur, DPRK, DPRA, serta masyarakat dari lima kecamatan yang menjadi wilayah calon pemekaran.
Untuk memperkuat dukungan dan percepatan pembentukan, KP2KG tengah mempersiapkan audiensi dengan legislatif dan eksekutif serta melibatkan tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya.
Bahkan, KP2KG telah menggandeng Prof Abu Bakar Karim sebagai Ketua Dewan Pengarah, serta membuka ruang bagi akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan seluruh kalangan masyarakat untuk bergabung dalam gerakan ini.
Tujuan utama pembentukan Kota Madya Gayo adalah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pengelolaan potensi ekonomi daerah.
"Dengan terbentuknya Kota Madya Gayo, diharapkan roda perekonomian masyarakat akan lebih lancar, terutama di sektor unggulan seperti kopi, tembakau, pinus, dan sumber daya alam lainnya," tutup Mustawalad. (*)
Baca juga: Kota Raya Gayo: Alternatif Otonomi Konstitusional Tanpa Memecah Aceh
Baca juga: Provinsi ALA Kembali Mencuat, Pemuda Aceh Tenggara Ajak Seluruh Elemen Bangun Aceh Bersama-sama
Baca juga: Sadikin Gembel: Pemekaran ALA Seperti "Jawe" dalam Budaya Gayo "Ini Bukan Perceraian"
KP2KG
Pembentukan
kota
Gayo
Kecamatan
Mustawalad
Takengon
Aceh Tengah
TribunGayo.com
berita tribun gayo hari ini
| Sampah Menggunung di Paya Ilang Takengon, Warga Hirup Bau Busuk Hingga Ancaman Bagi Kesehatan |
|
|---|
| Kisah Aman Alisa, Menghidupkan Pagi dengan Berjualan Ikan Keliling di Silih Nara |
|
|---|
| Harga Ikan Mujahir di Takengon Sempat Tembus Rp 60.000 per Kilogram, Kini Mulai Stabil |
|
|---|
| Jalan Takengon-Jagong Jeget Longsor, Warga Bersihkan Material Secara Swadaya |
|
|---|
| BBM Tak Kunjung Datang, Antrean Panjang Kendaraan Berhari-hari di SPBU Jagong Jeget Aceh Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Komite-Percepatan-Pembentukan-Kota-Madya-Gayo.jpg)