Berita Aceh Tengah
Sekretaris Formatur KP3ALA: Pemekaran Bukan Memecah Belah, Tapi Memecahkan Masalah
Isu pemekaran wilayah Aceh Leuser Antara (ALA) kembali menghangat dan menjadi perbincangan publik.
Laporan Romadani | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Isu pemekaran wilayah Aceh Leuser Antara (ALA) kembali menghangat dan menjadi perbincangan publik.
Di tengah pro kontra yang terus bergulir, semangat perjuangan pemekaran ALA tetap menyala.
Kalimat “ALA menyala, kita juga bahagia” disampaikan sebagai simbol optimisme dan harapan bagi masyarakat yang mendambakan perubahan.
Sekretaris Formatur Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA), Darmawan Aman Rico, menyampaikan bahwa perbedaan pendapat mengenai ALA merupakan hal lumrah dalam demokrasi.
“Beda pendapat itu rahmat. Jika ada yang optimis, wajar. Jika ada yang pesimis, juga bagian dari dinamika perjuangan,” ujarnya. Selasa (29/4/2025)
Darmawan menegaskan bahwa ALA bukanlah upaya untuk memecah belah, melainkan untuk memecahkan berbagai persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat di kawasan tengah dan tenggara Aceh.
“Sebagian menyebut pemekaran ini tindakan bodoh, padahal justru ALA hadir untuk memerangi kebodohan dan keterisolasian wilayah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan ALA sudah berlangsung lebih dari 20 tahun.
“ALA bukan gagasan baru. Ini sudah diusulkan jauh hari, bahkan hampir disahkan sebelum musibah tsunami 2004 dan proses perdamaian Helsinki membuatnya tertunda,” katanya.
Meski banyak yang meragukan keberhasilan ALA, Darmawan tetap yakin, bahwa tak ada yang mustahil selama semangat tetap terjaga.
“Nothing is impossible. Kita harus saling menghormati pendapat dan terus bergerak maju,” tutupnya. (*)
Baca juga: Menapa Harus ALA? Ini Jawaban Muchlis Gayo Dihadapan Pemerintah Aceh
Baca juga: Gubernur Aceh Muzakir Manaf Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2025
| PT Pegasing Alam Makmur Akan Eksplorasi Emas di Arul Badak Aceh Tengah |
|
|---|
| Bupati Haili Yoga Lepas 235 Jamaah Haji Aceh Tengah, Tergabung Kloter 5 |
|
|---|
| CEO PT Rumah Tani Nusantara Sebut Kentang Gayo Mampu Saingi Kualitas Terbaik Nasional |
|
|---|
| Rumah Tani Nusantara Lepas 45 Ton Kentang dan Alpukat dari Aceh Tengah ke Pasar Nasional |
|
|---|
| Remaja 13 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Jagong Jeget, Sempat Dilarikan ke Puskesmas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Sekretaris-ALA.jpg)