Jumat, 8 Mei 2026

Harga Emas

Harga Emas Kembali Turun Usai Kesepakatan Dagang AS dan Inggris

Harga emas global mencatat penurunan pada Jumat (9/5/2025) setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tercapainya kesepakatan.

Tayang:
Editor: Malikul Saleh
TRIBUNGAYO.COM/ASNAWI LUWI
HARGA EMAS - Harga perhiasan emas di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara mengalami penurunan secara bertahap dalam lima hari terakhir, Jumat (2/5/2025). Harga emas global mencatat penurunan pada Jumat (9/5/2025) setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tercapainya kesepakatan. 

TRIBUNGAYO.COM - Harga emas global mencatat penurunan pada Jumat (9/5/2025) setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tercapainya kesepakatan dagang dengan Inggris

Kesepakatan ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven, di tengah optimisme pasar terhadap hubungan perdagangan global.

Dilaporkan oleh Reuters, harga emas spot turun sebesar 0,8 persen menjadi USD 3.277,67 per ons pada pukul 02.17 GMT. 

Sementara itu, harga emas berjangka di AS juga mengalami penurunan sebesar 0,7 persen ke level USD 3.282,80 per ons.

Pengumuman resmi disampaikan langsung oleh Trump bersama Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. 

Mereka menyebut adanya “kesepakatan terobosan” antara kedua negara. 

Walaupun tarif impor AS sebesar 10 persen terhadap barang-barang asal Inggris masih diberlakukan, Inggris menyepakati penurunan tarif dari 5,1 persen menjadi 1,8 persen. 

Selain itu, Inggris juga memberikan akses pasar yang lebih besar bagi produk-produk dari Amerika Serikat.

Analis pasar dari Capital.com, Kyle Rodda, menilai bahwa kesepakatan ini menjadi faktor utama yang menekan harga emas

"Saya pikir kemajuan dalam perundingan perdagangan dan kesepakatan AS-Inggris adalah alasan utama mengapa harga emas turun dari level tertingginya," ujarnya.

Pembicaraan tingkat tinggi antara AS dan Tiongkok akhir pekan ini juga mendorong investor untuk mengalihkan perhatian mereka dari emas."

Selain itu, Trump juga mengungkapkan pada hari Kamis bahwa ia mengharapkan akan ada negosiasi yang substansial antara AS dan Tiongkok terkait perdagangan pada akhir pekan ini.

Trump bahkan meramalkan bahwa tarif hukuman AS terhadap Tiongkok, yang saat ini mencapai 145 persen, kemungkinan akan turun.

Emas sendiri selama ini dikenal sebagai lindung nilai (hedge) terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik. Dalam kondisi seperti itu, emas sering kali dilihat sebagai aset yang aman.

Namun, harga emas biasanya berkembang dengan baik di tengah suku bunga yang rendah, dan saat ini, pasar sedang menunggu perkembangan lebih lanjut tentang kebijakan moneter dari Federal Reserve AS.

Beberapa pejabat Federal Reserve AS dijadwalkan untuk memberikan pidato hari ini, yang akan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi AS dan arah kebijakan Fed.

Ini terjadi setelah pada hari Rabu lalu, Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap, meskipun mereka memperingatkan tentang meningkatnya inflasi dan risiko pengangguran.

Di sisi lain, meskipun harga emas turun, data yang dirilis oleh World Gold Council menunjukkan bahwa pada bulan April, dana yang diperdagangkan di bursa emas yang didukung secara fisik mengalami arus masuk terbesar sejak Maret 2022.

 Pergerakan ini didorong oleh ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan AS, dengan dana yang terdaftar di Tiongkok memimpin pergerakan ini.

Selain emas, harga logam lainnya juga mengalami pergerakan.

Harga perak spot turun 0,7 persen menjadi $32,27 per ons, sementara harga platinum sedikit naik 0,2 persen menjadi $977,85 per ons. Di sisi lain, harga paladium turun 0,4 persen menjadi $971,86 per ons.

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Harga Emas Turun Drastis! Imbas Kesepakatan Perdagangan AS dan Inggris

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved