Rabu, 8 April 2026

CPNS 2025 Hari Ini

Mau Daftar CPNS 2025? Lima Instansi Ini Terima Peserta Bermata Minus

Tercatat, ada lima sekolah kedinasan yang membuka peluang bagi calon taruna yang memakai alat bantu penglihatan seperti kacamata.

Penulis: Intan Mutia | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNNEWS.COM/HUMAS BAKAMLA/Mayor Mar Mardiono
CPNS 2025 - Foto ilustrasi peserta CPNS sedang mengikuti ujian. Tercatat, ada lima Sekolah Kedinasan yang membuka peluang bagi calon taruna yang memakai alat bantu penglihatan seperti kacamata. 

TRIBUNGAYO.COM - Tak sedikit lulusan SMA/SMK yang ingin mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025 melalui jalur Sekolah Kedinasan.

Tahukah Anda, bahwa ada lima instansi Sekolah Kedinasan yang menerima peserta tes yang memiliki gangguan penglihatan.

Ya, tidak sedikit lulusan SMA/SMK yang merasa pesimis lantaran memiliki gangguan penglihatan seperti rabun jauh atau mata minus.

Tercatat, ada lima Sekolah Kedinasan yang membuka peluang bagi calon taruna yang memakai alat bantu penglihatan seperti kacamata.

Sembari menunggu jawaban penting dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terkait jadwal pendaftaran CPNS 2025.

Yuk simak beberapa instansi sekolah kedinasan yang menerima peserta meski adanya gangguan penglihatan.

Tak hanya nama instansi, namun TribunGayo.com melengkapi informasi dibawah ini dengan cara daftar dan ketentuan lainnya.

1. Politeknik Statistika STIS

STIS membuka kesempatan bagi pendaftar yang menggunakan kacamata atau lensa kontak, baik minus maupun plus, selama ukurannya tidak melebihi 6 dioptri.

Namun, calon mahasiswa tidak boleh mengalami buta warna, baik total maupun parsial.

Selain itu, syarat umum lainnya mencakup kesehatan fisik dan mental, kemampuan beraktivitas di dalam maupun luar ruangan, serta bebas dari narkoba.

2. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)

Bagi yang memiliki mata minus, STMKG milik BMKG juga bisa menjadi pilihan.

Sekolah ini memperbolehkan penggunaan kacamata dengan batas lensa spheris maksimal -4 D dan silindris hingga -2 D.

Namun, peserta wajib bebas dari buta warna. Jika diterima, peserta juga harus bersedia menjalani prosedur Laser-Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK) dengan biaya sendiri.

Syarat lainnya termasuk tinggi badan minimal 160 cm (pria) dan 155 cm (wanita), serta kondisi fisik dan mental yang sehat.

3. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Sekolah di bawah naungan Badan Intelijen Negara ini juga memungkinkan pendaftar dengan mata minus atau plus, selama ukurannya maksimal 1 baik + (plus) atau - (minus).

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved