Berita Aceh Tenggara Hari Ini
SMAN 15 Binaan Nenggeri Antara Takengon Kembangkan Program Green School Adiwiyata
Program ini menjadi gerakan edukasi yang menginspirasi sekolah-sekolah di Aceh Tengah untuk berperan aktif dalam pelestarian lingkungan hidup.
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Mawaddatul Husna
Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - SMAN 15 Binaan Nenggeri Antara Takengon terus berkomitmen membangun masa depan hijau melalui pengembangan kegiatan Sekolah Adiwiyata atau yang lebih dikenal sebagai green school.
Program ini menjadi gerakan edukasi yang menginspirasi sekolah-sekolah di Kabupaten Aceh Tengah untuk berperan aktif dalam pelestarian lingkungan hidup.
Guru Biologi SMAN 15 Binaan Nenggeri Antara, Rahma Jelita SPd kepada TribunGayo.com, Selasa (27/5/2025) menjelaskan bahwa konsep Adiwiyata berasal dari dua kata Sanskerta, yaitu "Adi" yang bermakna besar, agung, baik, ideal atau sempurna.
Sementara "Wiyata" bermakna tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial.
"Adiwiyata dapat diartikan sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan pembangunan berkelanjutan," ujar Rahma Jelita.
Program Sekolah Adiwiyata di SMAN 15 Binaan Nenggeri Antara memiliki tiga tujuan utama untuk mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Pertama, menciptakan tempat belajar yang lebih baik untuk meningkatkan mutu siswa, guru, wali murid, hingga masyarakat sekitar sekaligus melestarikan lingkungan hidup.
Kedua, ikut membantu melestarikan lingkungan hidup demi keberlangsungan generasi yang akan datang.
Ketiga, sekolah bertanggung jawab dalam menyelamatkan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Dikatakan, implementasi program Green School di SMAN 15 dilakukan melalui beberapa strategi komprehensif.
Sekolah mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam kurikulum sebagai prioritas utama, dengan materi konservasi sumber daya alam, daur ulang, dan pengurangan limbah menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran.
Praktik berkelanjutan juga diterapkan secara nyata melalui penggunaan energi terbarukan, pengolahan sampah organik, dan pertanian organik sebagai rutinitas sekolah.
Siswa aktif terlibat dalam kegiatan lingkungan seperti penanaman pohon, kegiatan ketahanan pangan, dan kampanye lingkungan hidup.
"Konsepnya tidak hanya sekadar membangun struktur bangunan yang ramah lingkungan.
berita aceh tenggara hari ini
Aceh Tengah
Takengon
SMAN 15 Binaan Nenggeri Antara
TribunGayo.com
berita gayo hari ini
| Miliki 0,15 Gram Sabu, Warga Lawe Alas Ditangkap Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara |
|
|---|
| LSM Penjara Aceh Minta Pemkab Aceh Tenggara Perjelas Sumber Gaji PPPK Paruh Waktu, Begini Kata BPKD |
|
|---|
| Miliki 4 Paket Sabu Seberat 0,52 Gram, Warga Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ditangkap Polisi |
|
|---|
| SMA dan SMK Kekurangan Siswa, Pengamat Pendidikan di Aceh Tenggara Sebut Kualitas Pendidikan Dicari |
|
|---|
| Satres Narkoba Polres Aceh Tenggara Tangkap Seorang Wanita dan 2 Pria Kasus Sabu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/SISWA-SMA-N-15-Takengon.jpg)